28 September 2009

yakin sudah I love you?

seberapa sering anda bilang I love you?
sudah yakinkah anda bahwa kata yang anda ucapkan itu tepat?

lho, apa maksudnya?

nah, kita coba iseng-iseng membedah kata I love you secara linguistik...

I love you merupakan satuan kalimat sederhana yang memiliki Subyek, Predikat, dan obyek. semuanya tersusun rapi dan memberikan makna semantik yang berarti subyek (I) memiliki perasaan suka, ingin memiliki, and whatsoever (red. Love) terhadap obyek(O).

hanya itukah?

bagaimana kalau kita lihat dari segi makna interpersonal (pragmatics)?

I love you?
apa itu?
saya cinta kamu?
cinta itu maknanya apa?

bisa suka, bisa ingin memiliki, bisa saja penasaran, bisa saja nafsu...
banyak hal bisa menyaru dalam kata cinta meski makna kamusnya tidak demikian...

nadanya juga berpengaruh: diucapkan dengan lembut, intimidatif, tinggi, rendah, malas, bersemangat...semua menyimpan makna sendiri.

lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi apakah cinta dapat disebut cinta,
atau sekedar makna2 lain yang menyaru didalamnya...

jadi meski dalam syntax dan semantics maknanya jelas,
dalam pragmatics, sociolinguistics, dan etholinguistics semua bisa berbeda.

dari sini bisa kita simpulkan secara tentatif dan sederhana bahwa I love you dapat digolongkan jadi dua tipe:
-sentence
-utterances

sentence atau kalimat (yang masuk dalam ranah syntax dalam micro linguistics)adalah satuan struktur kata yang memiliki makna (simply meaningful), sedangkan utterances atau pernyataan (yang masuk dalam ranah pragmatics dalam macro linguistics) adalah satuan struktur kata yang tak hanya memiliki makna, namun juga berkaitan dengan keadaan dan perasaan yang sebenarnya (meaningful and relates to the actual situation).

So,
apakah I love you yang ada ucapkan hanyalah sebuah sentence (kalimat),
ataukah sebuah utterances (pernyataan)?