Buat kamu yang pernah ada di relung hatiku,
Ingatkah kamu saat dulu saat kau mengeluh betapa aku tak ada waktu?
Saat itu kau sempat mencibir giatnya aku, sambil sesekali berharap ada sela dalam waktuku.
Perhatianku tak cukup buatmu mengerti keadaanku.
Mungkin memang salahku terlalu menikmati waktu tanpamu.
Pikiranku tak cuma ke kamu, tapi juga ke masa depanku.
Tapi semua tak harus jadi belenggu jika kau adalah masa depanku.
Bukankah idealnya memang begitu?
Namun kenyataannya jauh dari bayanganku.
Masih terasa sakit saat kau menduakan aku dengan sosok dia yang katamu lebih perhatian dariku.
Kenapa harus disaat itu, tanyaku?
Kenapa begitu cerdasnya kau ambil pilihan itu?
Kenapa harus saat aku mulai bisa meluangkan waktu untukmu?
Kenapa harus saat aku sedang sangat membutuhkanmu?
Lagi-lagi mungkin ini salahku.
Aku paham rasa takutmu karena kehilangan aku.
Jadi kau memilih mencari penggantiku, cadangan yang akan menangkap jatuhnya hatimu agar tak hancur di tanganku.
Dan akhirnya yang hancur malah hatiku.
Padahal tak mudah buatku untuk menyayangimu.
Kau tahu akupun akan kehilanganmu. Aku yang akan pergi, namun bukan cuma kamu yang akan merindu.
Kita sama-sama tahu itu.
Kita sempat sama-sama tahu.
Namun akhirnya semua harus berlalu.
Dan kini aku duduk termangu menyongsong akhir hari-hariku.
Mungkin terdengar egois bila aku ingin kamu sampai akhir menemaniku.
Karena aku akan pergi dan tak akan lagi disampingmu.
Namun nyatanya aku ingin begitu.
Paling tidak dulu, saat rasamu masih banyak buatku.
Semoga saat ini dia yang baru sanggup membahagiakanmu,
Semoga dia tak seperti aku yang akan meninggalkanmu.
Semoga dia selalu ada banyak waktu,
Semoga dia selalu mengerti kebutuhanmu.
Dan biarlah aku sedikit saja meratapimu.
Sebelum aku beranjak menemukan masa depanku,
Karena nyatanya masa depanku bukan kamu.
Tertanda,
Mantan kekasihmu.
About The Blog
nothing special. just a compilation of my writing. feel free to read. stealing the work will not give you any lawsuit (up to now, but i'm working on it), but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]
December 25, 2011
Kamu
Posted by
Adysaurus
at
Sunday, December 25, 2011
Email This
BlogThis!
Share to Twitter
Share to Facebook
| Reactions: |
Labels:
love letters,
masa lalu yang belum berlalu
Popular Posts
-
"Just My Imagination" There was a game we used to play We would hit the town on Friday night And stay in bed until Sunday We used to b...
-
Entah mengapa aku tak berdaya Waktu kau bisikkan, "jangan aku kau tinggalkan" Tak tahu dimana ada getar terasa Waktu kau katakan "Ku but...
-
"Hey, Soul Sister" - TRAIN Heeey hee-e-eeey hee-e-eeey Your lipstick stains on the front lobe of my left side brains I knew I wouldn't ...
-
When you walk away You don't hear me say "please.. Oh baby, don't go!" Simple and clean is the way that you're making me feel tonight, I...
-
Tahu ga Yank, kalo Bulan itu butuh Matahari? Ga tahu Yank. Emang kenapa kok bulan butuh matahari? Karena.. Surya membuka matanya dan men...
-
Going back to the corner where I first saw you Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move.. Got some words on cardboard, got your p...
-
"Masalahnya aku ga bisa! Tahu sendiri aku bakal pindah tahun depan, gimana mau menjalin hubungan coba?! Aku cuma pengen bahagia, bahagia yan...
-
Audy - Satu Jam Saja Jangan berakhir aku tak ingin berakhir Satu jam saja kuingin diam berdua Mengenang yang pernah ada Jangan berakh...
-
Pernahkah kau memesan sebuah kudapan manis yang nampak cantik di buku menu namun kau tak bisa menghabiskannya? Kudapan itu begitu cantik, ra...
-
Dan pengadilanpun dimulai. Jaksa penuntut menatap dalam sosoknya yang terdiam di sudut kursi pesakitan. Ia tak lagi menyiapkan banyak tunt...



0 comments:
Post a Comment