Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

October 25, 2008

Missing You...

pagi itu aku berdiri menatap garis batas cakrawala di depanku. Kubiarkan ombak membelai kakiku dan mengusapnya dengan sentuhan yang dingin dan lembut. Suara ombak dan desau angin menyentuh jiwaku, seakan membawanya melayang jauh, jauh ke saat kita masih bersama...

Perlahan kupejamkan mata. Sayup-sayup terdengar denting gitar dan suara merdu dari hatiku. hatiku bernyanyi, menyanyikan rasa rinduku...

Aku kembali membuka mata dan menatap kosong ke arah cakrawala. Perlahan kuambil secarik kertas yang tersimpan di celanaku. aku membaca surat itu, sebuah surat tulisan tanganku untuk dia, untuk terakhir kalinya:


Untuk Cinta, Malaikat Hidupku...

Ingatkah kamu setahun yang lalu, saat kita pertama bertemu? Pantai ini menjadi saksi kecantikanmu, laut ini menjadi cermin kemolekanmu, langit ini menjadi bukti kemuliaanmu di hatiku. Aku jatuh cinta saat pertama kita berjumpa..

Lalu apa kau juga ingat saat kita berjalan berdua semalaman? Berkeliling kuta tanpa tujuan yang jelas, hanya ingin merasakan nikmatnya bersamamu...

Lalu saat di api unggun itu, saat kau bernyanyi dan aku mengirimu dengan gitar. Suaramu bagaikan seribu malaikat cinta berdendang menghangatkan hatiku.

Dan janji itu, sebuah janji yang selalu kuingat selama ini.. Aku masih ingat betul kata-katamu waktu itu...

"Janji ya, kita akan bertemu lagi di sini, tepat setahun lagi, di bulan, tanggal, jam, dan menit yang sama..".

Aku telah menepati janji kita dahulu untuk kembali bertemu, di tepian tempat kita pertama berjumpa.

Walau aku tahu kita tak mungkin lagi berjumpa, walau aku tahu aku tak lagi bisa membelai wajah itu...

Ketahuilah bahwa hatiku akan tetap menyanyikan lagu tentang kerinduanku padamu, sampai kapanpun...

Jadi percayalah, saat kau tiba di sini, suatu saat nanti, kau pasti akan menemukan lelaki yang mencintaimu menunggumu di sini.

Cintaku,
Aku akan terus menantimu...



Aku menggulung surat itu dengan kepedihan yang perlahan memenuhi dadaku dan memasukkannya ke dalam botol kosong yang kubawa. Kutatap surat dalam botol bening itu dalam-dalam, seakan tak sanggup tanganku melepasnya.

Tiba-tiba aku merasakan kehangatan memelukku erat. sebuah suara mengisi nadiku, seakan semakin menyesakkan dadaku.

"Makasih kamu dah mau nunggu aku. Maafkan aku kalo aku ga bisa nepatin janji. Aku sayang kamu..."

Tanpa sadar air mataku mengalir deras tak terbendung. Aku tersenyum dalam tangis. Segera kulempar botol itu jauh ke lautan, diiringi tangis dari mata dan hatiku.

Mataku kembali menatap kosong ke arah cakrawala sembari menghapus airmata yang tersisa. Aku sudah janji tidak akan menangis lagi. AKu tersenyum mengingatnya, sambil dengan pelan bibirku berucap:

"Semoga kamu bahagia di sana..."

-----------------------------------------------------------------------

untuk dia yang pernah membawa arti cinta di hatiku,
untuk dia yang telah mengajarkan makna sayang di jiwaku,
biarlah kugulung cinta itu dalam botol dan kulempar dalam samudra waktu

biarkan seseorang menemukan cintaku dan membacanya
lalu terinspirasi dengan getir dan sakitnya luka di jiwa,
lalu melanjutkan kisahnya yang tak sempurna dan merubahnya menjadi cerita bahagia

walau raga dan jiwa tak lagi bersama,
walau peran utama cerita bukan lagi kita berdua,
namun kisah kita akan abadi selamanya

karena cinta itu abadi
dan rasa ini adalah cinta...

No comments:

Post a Comment