Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

September 28, 2009

yakin sudah I love you?

seberapa sering anda bilang I love you?
sudah yakinkah anda bahwa kata yang anda ucapkan itu tepat?

lho, apa maksudnya?

nah, kita coba iseng-iseng membedah kata I love you secara linguistik...

I love you merupakan satuan kalimat sederhana yang memiliki Subyek, Predikat, dan obyek. semuanya tersusun rapi dan memberikan makna semantik yang berarti subyek (I) memiliki perasaan suka, ingin memiliki, and whatsoever (red. Love) terhadap obyek(O).

hanya itukah?

bagaimana kalau kita lihat dari segi makna interpersonal (pragmatics)?

I love you?
apa itu?
saya cinta kamu?
cinta itu maknanya apa?

bisa suka, bisa ingin memiliki, bisa saja penasaran, bisa saja nafsu...
banyak hal bisa menyaru dalam kata cinta meski makna kamusnya tidak demikian...

nadanya juga berpengaruh: diucapkan dengan lembut, intimidatif, tinggi, rendah, malas, bersemangat...semua menyimpan makna sendiri.

lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi apakah cinta dapat disebut cinta,
atau sekedar makna2 lain yang menyaru didalamnya...

jadi meski dalam syntax dan semantics maknanya jelas,
dalam pragmatics, sociolinguistics, dan etholinguistics semua bisa berbeda.

dari sini bisa kita simpulkan secara tentatif dan sederhana bahwa I love you dapat digolongkan jadi dua tipe:
-sentence
-utterances

sentence atau kalimat (yang masuk dalam ranah syntax dalam micro linguistics)adalah satuan struktur kata yang memiliki makna (simply meaningful), sedangkan utterances atau pernyataan (yang masuk dalam ranah pragmatics dalam macro linguistics) adalah satuan struktur kata yang tak hanya memiliki makna, namun juga berkaitan dengan keadaan dan perasaan yang sebenarnya (meaningful and relates to the actual situation).

So,
apakah I love you yang ada ucapkan hanyalah sebuah sentence (kalimat),
ataukah sebuah utterances (pernyataan)?

September 07, 2009

Pemikiran Simpel Yang Lahir Pagi Ini - Diposting Malamnya

Hm, rasanya isu klaim-mengklaim ini memang sudah terjadi sekian lama antara kita dan mereka. Mulai dari klaim lahan (Kalimantan Utara pada era Soekarno yang lalu mereka dapatkan, klaim pulau-pulau terluar kita yang aku males nyari namanya) sampai ke klaim produk budaya kita (batik, reog ponorogo, en tari pendet yang baru-baru ini ada) membuatku berpikir (dan telat banget kali ya? wkwkwkwkwk): Apa ini sepenuhnya salah mereka?

Aku (dan aku yakin banyak juga yang lainnya) tidak begitu tahu tentang tari-tarian atau kesenian tradisional, tapi keidaktahuan ini adalah bukti nyata kalo sebagai pemilik sah budaya tersebut kita ternyata TIDAK peduli dengannya (atau kurang, atau peduli tapi tidak tahu caranya.. Haha, ngeles aja ini ceritanya). Karena keacuhan kita ini, budaya kita jadi tak terawat. Lagu-lagu daerah sudah jarang dinyanyikan, alat musik tradisional hanya segelintir orang yang tahu cara memakainya (btw aku ga tau gimana cara main angklung... ;P), baju daerah hanya jadi simbol, obyek wisata tidak terurus (kecuali BALI! kita kesampingkan Bali dulu dari topik ini. Malaysia will be extremely out of this world if they actually have the guts to claim Bali. Wkwkwkwkwkwkwk), tari-tarian jarang dipertontonkan (atau dipertontonkan untuk segi komersil, nilai-nilai budaya kalah oleh uang. Ironisnya...). Sebagai seseorang yang lahir dalam keluarga jawa yang kental, dididik untuk menyukai hal-hal berbau tradisional, serta sampai sekarang masih suka lihat wayang (dan bangga mengakuinya. HA-HA-HA!), cukup sedih juga sudah ga bisa lihat wayang di satu stasiun TV tiap subuh dihari minggu seperti biasa (hayo, ada yang ingat stasiun mana?)

Dari situ, jika aku ambil sudut pandang sebagai seseorang yang peduli akan budaya tanpa melihat siapa pemilik sahnya, kelangsungan budaya itu jadi lebih penting ketimbang mengurus budaya apa yang miliknya siapa. GWK (Garuda Wisnu Kencana) sempat mau dibeli investor Malaysia tapi ga jadi. Tahu alasannya? Aku yakin investor itu 'gatel' ngeliat kita lelet banget karena proyeknya ga jalan-jalan atau jalannya sangat lambat! Jujur secara pribadi, aku tidak akan sepenuhnya menyalahkan saudara serumpun kita yang tergoda mengambil harta kita. Toh kita saja tidak bisa merawatnya, tidak bisa menjaga. Malaysia sampai berani pasang iklan budaya mereka di stasiun-stasiun TV terkenal di dunia. Kita? Situsnya aja habis bermilyar-milyar tapi menurutku standar saja. Mereka TIDAK tanggung-tanggung men! Mereka total mengurus apa yang mereka punya! Bahkan sampai ngurusin apa yang bukan ounya mereka! Istilahnya seperti 2 bersaudara, yang satu (baca: kita) punya mainan yang banyak dan bagus-bagus tapi ga bisa ngerawat, sedang yang lain (baca: Malaysia) ga punya sebanyak yang sodaranya punya tapi mampu merawat mainannya semua. Kalau jadi ibu dari dua saudara ini, kira-kira kecewa ga sih kalau tahu salah satu ga bisa merawat pemberian dari orang tua?

Alasan finansialkah? Oh c'mon... Kita ini tidak miskin! Tahu sendirilah rancangan anggaran kita sangat besar (bahkan untuk hal-hal kecil dan nampak konyol. Ga pernah diajarin hidup hemat kali yak?), cuman yang kita ga tidak tahu itu kemana larinya anggaran itu (how ironic eh? jadi miskin karena diri kita sendiri). Harta fisik kita banyak, tapi dijual mentah, terus dibeli lagi produk jadinya (bodoh ga sih?); orang kaya dinegara kita banyak (begitu juga orang miskinnya... T-T); kekayaan intelektual kita melimpah (tapi kita kurang intelek buat merawatnya)! Masa buat devisa kita terus-terusan mengandalkan BALI?! Mana perusahaan rokok dah pada dijual keluar negeri pula! NAH LO...

Kita ini terlalu lama berada di comfort zone, terlalu terlena dengan pujian-pujian kuno tentang negara kita. Saatnya kita sadar kalau pujian itu cuma akan jadi arsip lama berdebu di perpustakaan lokal kalau kita tidak segera bangkit. Kita bolehlah marah barang kita diaku-akuin (meski kita sendiri ga bisa ngerawatnya...), mencaci saudara jauh kita dengan celaan-celaan (dan mereka akan mencaci balik, dan kita akan membalas, dan akan jadi seperti itu terus tanpa solusi), atau malah balas mengklaim produk budaya mereka (Siti Nurhalisa?! Helloooooooo? GET REAL PEOPLE! Ngapain kita klaim istrinya orang?! Wong dia juga udah ga nyanyi...). Tapi alangkah lebih baiknya kita urus harta kita, kita inventaris, kita rawat satu-satu. terus kita populerkan, sehingga dunia tahu dan tanpa kita repot-repot teriak-teriak "Buat yang suka ngaku-ngakuin barang-barang gueh! Ini punya gueh! bukan punya loh! okeh?! MAKAN NEH!" (tapi ga pake maki-maki temen SD kaya di youtube yaaaah... XD). Dan toh pada akhirnya dunialah yang akan menertawakan klaim-klaim itu.

Kita ga usah teriak-teriak, tapi kita buktikan kalo kita mampu.

(BTW salut buat BCL yang bisa ngalahin Siti Nurhalisa dalam anugrah musik antara singapore, malaysia, en indonesia (aku lupa apa nama acaranya. Love you pull Bunga!). Gitu lho caranya nunjukin kita keren! Masih ada yang mau klaim jeng Siti?)






dari:
Romeo yang sebenernya dari awal mau nyeletuk soal ini tapi takut digebukin massa. Kalo banyak yang tersinggung maaf ya... XD

July 13, 2009

sebuah tanya

Aku menatapnya. Dia berdiri menikmati angin sore. Mentari mulai tenggelam perlahan. Cahaya jingga keemasan menghias langit, memaksaku untuk bertanya...


Kenapa kau begitu menyayangiku?
-----entahlah...mungkin karena kau sempurna..

Sempurna? Maksudmu? Tidak ada yang sempurna...
-----ada... (menunjuk ke arahku). Ka-mu... Sempurna... untukku...

Kenapa? Kenapa aku sempurna bagimu?
-----karena aku telah memberikan hatiku untukmu...

Hatimu? Untukku? Kenapa kamu berikan benda itu? Benda terpenting itu?
-----karena... karena aku percaya kamu...

Benarkah...?
-----(mengangguk) Iya, aku percaya kamu... Karena itu aku sayang kamu, dan hanya kamu...

(tersenyum) Terima kasih karena telah mempercayaiku...
-----sama-sama. Terima kasih juga...

Terima kasih? Untuk apa?
-----Untuk menyayangiku.




Terima kasih...

July 03, 2009

trilingual aneh

3 tahun...

3 tahun sejak aku di sini...

3 tahun sejak aku memutuskan jalan hidupku ini...

3 tahun yang nampaknya tak berarti...

everything turns from a solid dream to bubbles of truth, perished in the ocean of time...

do we need a purpose to live?
why do we need it?
and if we do need it, what is it?

the emptiness, the void...
it's there and it will always be there..
filling with emptiness, emptying with its fullness...

or maybe i just lost a track?
a common detour before going back to the 'appropriate' path?
so what is 'appropriate'?
being one with the stream,
or against it?

Je suis seul...
Aidez-moi...

Aidez-moi,
mon Dieu...
T-T

April 16, 2009

Ketika Ghost Freak Tertipu

Ketika Ghost freak tertipu: sebuah pengalaman pahit

based on true story.

sejak nonton film kuntilanak, jadi penasaran banged ma yang namanya durmo alias tembang yang dipake buat manggil kuntilanak itu. selain karena sebagai orang jawa yang ga ngerti lagu itu, pengennya sih bisa nyanyiin tuh lagu biar bisa liad kuntilanak gitu.

tapi rasanya ga pas kalo ga denger rekaman sinden aslinya.
nah akhirnya aku mutusin nanya almarhum papa karena dia tuh jawa banget. sapa tahu papa punya lagu itu.

Aku : pah, papa kan hapal ya lagu2 jawa... tahu ga lagu yang tembang-tembang gitu pa?
Papa: ya lagu opo dulu?
Aku : (karena ga hapal liriknya, aku putusin menyanyikan bagian yang aku tahu) yang ini lho pah, lingsir wengiiii...
Papa: terdiam sejenak) oh...ada sih, tapi musti nyari dulu ya...
Aku : oke..

setelah menunggu lama, akhirnya papaku kembali dari gudang dengan boks berdebu. dia lalu mengeluarkan sebuah kaset tua berdebu yang sudah lecek.

Papa:nah, kayanya si lagunya di sini. coba kamu puter.
Aku : makasih pa..

dengan tangan berkeringat kuambil kaset itu. ternyata, kaset yang berisi lagu mistis yang bisa dipakai memanggil kuntilanak ada di sini...

deg-deg-deg...

setelah itu diputuskan bahwa kaset ini akan dimainkan tengah malam dengan sesajen, seperti yang kata orang-orang jaman dulu lakuin.

so malamnya, aku duduk dihalaman rumah sambil bawa compo kecil en lilin wangi (sesajen tidak ditemukan...moga-moga kuntilanaknya demen aroma therapy lavender...kan dia cewek juga, lama ga ke salon lagi..)

dengan gemetar lilinya diidupin, terus aku duduk bersila.
setelah itu kumasukin kaset itu kedalam compo dan pelan-pelan kumainkan.

...

...

tak ada suara... aku deg-degan.

...

...

mulai terdengar suara berisik dari kaset. aku makin deg-degan.

...

...

akhirnya lagunya maen jugag...

"lho kok ada campur sarinya...?"

...
...
...

aku terdiam.


Anjrit! ini kan Lingsir wengi yang campur sari, biasa diputer di kawinan gitu! bukan yang dipake manggil kuntilanak!

ASU!!!

March 19, 2009

Kesepian yang abadi

Ditulis di balkon lantai dua di sore hari yang mendung sambil menatap hampa langit yang nampak damai. Sebuah persembahan hati seseorang yang merasa sendiri...
-------------------
Kesepian yang abadi
-------------------

Dan kini aku mulai bertanya, entah pada siapa:

Pernahkah terasa sendiri dalam keramaian hidup? Ketika semua tertawa namun hati ini malah bertanya, ketika semua bercanda namun jiwa ini merasa luka, ketika tak ada yang mengerti, tak ada yang tahu, tak ada yang memahami luka hati...?

Pernahkah? Karena aku selalu merasakannya.

Kesepian yang tetap ada walau aku telah bernyanyi, kesepian yang tetap meraja walau aku berusaha tertawa. Tak ada yang memahami suara hati yang merintih dalam sepi. Tak ada yang bisa mengerti detak lemah sakit hati dalam diri. Semua tersamar dalam wajah tanpa duka, walau sebenarnya berurai air mata..

Meski ada yang datang dan menawarkan keramaian, namun pada akhirnya aku akan tetap sendiri. Meski ada yang menggenggam tanganku dan menjanjikan dunia yang penuh tawa, namun pada akhirnya aku akan tetap di sini. Mereka mencoba menghibur dengan cara mereka, dengan janji yang indah, dengan canda.. Namun akulah yang harus menyenangkan mereka dengan tawa dalam dusta. Dan mereka akan pergi, merasa berhasil membuatku bahagia. Padahal hatiku ini masih hampa, masih terluka.

Pada akhirnya tak ada yang bisa mengobati luka hati ini, tak seorangpun. Karena mereka tak mengerti, karena tak ada satupun yang mau, dan mampu, untuk memahami luka yang tak nampak, luka yang cuma bisa dirasakan oleh hati, namun begitu sakit dan menyiksa diri..

Dan pada akhirnya sepi ini masih akan terus menghantui hati entah sampai kapan. Karena meski telah entah berapa banyak usaha untuk menyingkirkannya, dia akan selalu kembali dan menusuk-nusuk hati. Sampai kapanpun aku akan tetap sendiri, karena tak ada yang mengerti..

Sampai kapanpun tak akan ada yang bisa mengisi hampa hati, menghibur hati yang sunyi. Dan aku? Aku akan tetap di sini, sendiri..

Pernahkah kalian merasakannya? Pernahkah? Pernahkah?

Hmpfh..

Bodohnya aku..
Bertanya dalam sepi..

by: ady romeo

ah udah ah!
ga usah sedih2 lagi!!!!
hehe

March 18, 2009

Saat semuanya harus berakhir..

Saat semuanya harus berakhir...

Randu berdiri menatap langit berbintang diatas kepalanya. dia terdiam tanpa kata.
Malam seakan tak sanggup mendinginkan hatinya yang terluka.

"Ran!"

Randu menoleh. Rama muncul dari semak taman. Mereka saling tatap.

"Kangen kamu, Ran...". Bisik Rama pelan.

Randu menatap Rama dalam. "Kita ga bisa gini terus, Ram..".Dia lalu duduk diatas tanah berumput sambil menerawang ka arah bintang. Rama mengikutinya.

"Aku ngerti... Aku ngerti...", kata Rama sambil menghampiri Randu. Rama ikut menerawang hampa. Randu sontak memeluk rama dan menangis.

"Kenapa gua musti sayang ma lo? Kenapa gua harus ketemu lo? kenapa lo musti cowo? kenapa lo harus jadi calon kakak gua? kenapa...."

Rama terdiam sambil membelai rambut Randu. "Aku juga ga ngerti kalo Risa itu kakakmu. Aku juga ga tahu kenapa aku bisa sayang ma kamu Ran... Dan yang bikin berat... Bulan depan kamu akan jadi adek iparku... Aku ga sanggup Ran...".

Randu melepas pelukannya dan menarik nafas, lalu kembali mentap kosong. "Gua terima tawaran kerja temen gua ke Aussie."

Rama terkejut. "Hah?! Maksud lo apa Ran? Mau pindah? Kapan?"

"Dua minggu lagi...", jawab Randu datar, namun terasa bagai menahan luapan emosi.

"Jadi...ini yang diumumin tante waktu besok? Tante mau bilang Elo berangkat ke aussie gitu? Di hari tunangan gua?"

"LO HARUSNYA NYADAR BETAPA SAKITNYA GUA WAKTU LIAT TANGAN LO TERSEMAT CINCIN YANG SAMA AMA CINCIN KAKA GUA!"

"Tapi kita dah janji kan?! kalo ada cewe yang kita suka, kita boleh sayang ma dia!"

"TAPI JANGAN KAKA GUA!"

"YA GUA GA TAHU!"

Mereka terdiam. Rama memeluk Randu pelan. "Jangan tinggalin aku Ran... kamu lelaki pertama yang aku sayang, kamu yang pertama yang buat aku sadar kalau cinta itu lebih dari sekedar fisik... Aku mau kamu ada disampingku terus..."

Randu terdiam. Airmatanya terus mengalir. "Ini yang terbaik... Gua ga akan pernah bisa ikhlas liad lo ma kaka gua. Jadi biarkan gua yang pergi. Biarkan gua yang mengalah... Gua salah dah bikin lo suka ma gua. Harusnya gua ga bikin lo seperti gua...".

"Ini pilihanku, dan aku memilih untuk cinta sama kamu, Ran...".

Mereka saling tatap. sebuah tatapan yang seakan menyiratkan segala sakit mereka, segala perasaan mereka, semua rahasia mereka. Rama lalu meraih kalung dari lehernya dan menyerahkannya ditangan Randu.

"Jangan pernah lupain aku, Ran. Aku sayang kamu."

Randu terdiam. Tanpa kata mereka saling memeluk dan meluapkan rasa sedih mereka.

"Sampai kapanpun aku sayang kamu..".

"Gua juga sayang lo...".


END
-------------------------------------------------





Gratisan Musik

March 17, 2009

Tahukah Kamu...?

things that I get from linguistics class...

ternyata dunia linguistik itu menyenangkan yah...
hehe

---------------------------

TAHUKAH KAMU...?

1. SAYA berasal dari kata SAHAYA dari bahasa Melayu kuno yang artinya 'budak'?

2. Dari kalimat "Presiden berpidato di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat", hanya imbuhan 'ber-' dan 'di depan' yang merupakan bahasa asli Indonesia? (Presiden=bahasa inggris; pidato= bahasa sansekerta; Majelis Permusyawaratan Rakyat=bahasa arab)?

3.Cerita yang disampaikan dengan disertai bahasa tubuh 80% lebih mudah diingat daripada yang disampaikan hanya memakai bahasa lisan saja?

4.Fungsi kalimat aktif sebagai penunjuk fungsi pertanggungjawaban subyek terhadap kata kerja dan kalimat pasif yang berfungsi sebaliknya sering diapaki dalam pengumuman oleh pemerintah (contoh: Harga terpaksa disesuaikan karena krisis global vs. Presiden mengumumkan penurunan harga)?

5.tambahan ungkapan "Mohon maaf Lahir dan Batin" dalam kalimat "Selamat Idul Fitri" adalah ungkapan asli budaya Melayu (dalam bahasa arab memang ada istilah arab yang berarti mohon maaf lahir batin, tapi budaya arab tidak mengenal pemakaian ungkapan demikian)?

interesting eh?

March 11, 2009

perpisahan hati

PERPISAHAN HATI
bahkan mentari tak sanggup menyatukan kita.
karena langkah kita berbeda, detak kita tak sama..
kita bahkan tak sanggup menyamakan irama,
karena kita memang sangat berbeda...

dan saat aku menatapmu di seberang sana
melihatmu, sesosok malaikat Tuhan
aku bernyanyi dalam hati
sebait nada yang kuharap kau akan mengerti
sebait nada yang kuharap kan ikut buatmu bernyanyi

meski sesaat, meski lirih
mengiringi langkah kita yang semakin terpisah
sambil mengejar impian hati...

dan jika sesekali kau rindukan kita
jangan sekali saja kau palingkan wajahmu
karena kakiku akan berhenti dan aku akan menangis

teruslah melangkah dan bernyanyi..
nyanyikan lagu kita, sebait nada milik kita
sampai sedih itu berganti tawa
dan kau bisa lupakan tentang kita...

tinggalkan kenangan ini
biarkan aku menatap punggungmu yang menjauh pergi
sambil menyimpan sisa indahnya bersama...

dalam hati..
dalam hati..

-------------------------------------
Doh! ya gini ini kalo lagi mellow...

March 06, 2009

Another Love Scene

Another Love Scene

------------------------------------------------------

Siang itu tak seterik yang biasanya. Mendung memayungi mentari sedari pagi, menciptakan nuansa teduh dan tenang.

Sesosok gadis melangkah keluar dari gedung perkuliahan sembari membawa berkas-berkas dalam map. Dia lalu duduk di taman di seberang gedung, menanti seseorang di bawah rindangnya pohon.

Dalam penantiannya dia menikmati lembut angin yang membelai wajah dan rambut hitam panjangnya. Wajahnya nampak lega, seakan segala urusan yang membenaninya teratasi.

Sesaat kemudian sebuah mobil berhenti di depannya. Sesosok lelaki keluar dari mobil itu dengan senyum dan menghampirinya. Gadis itu membalas senyumnya.

"Lama ya? Sori.. Macet."
Gadis itu menggeleng pelan. "Gapapa. Aku juga lagi enak duduk di sini."

Lelaki itu duduk di sebelah gadis itu. "Stella," kata lelaki itu. "Gimana urusannya? Dah selese?"

Stella mengangguk. "Iya. Berkas-berkasnya udah kelar. Sekarang bukan hanya seorang Gunawan yang bergelar sarjana en bisa bekerja," canda Stella sambil memasang wajah mengejek pada Gunawan.

Gunawan tersenyum. "Kamu itu... Inget ga apa yang udah terjadi di tempat ini?"

Stella tersenyum. Dia mendongak menatap awan. "Ya iyalah. Ini tempat kita pertama ketemu waktu opspek. Di sini juga kamu nembak aku. Terus kita pernah nunggu ujan reda seharian di sini. Waktu itu kamu belum punya mobil dan baru lulus kaya aku sekarang...".

Gunawan menatap Stella seakan Stella adalah malaikat terindah yang hadir di sampingnya. "Banyak kenangan di tempat ini ya?"

Tanpa menatap Gunawan Stella menjawab, "Dan kenangan itu akan tetap abadi."

Hening sejenak.

Stella kemudian menarik nafas. "Bentar lagi kamu dipromosiin ke Singapur. Kita pisahan deh. Hehe, ga tau ya bisa ato ngga aku tanpa kamu... Aku udah terlalu lama tergantung ma kamu, sayang ma kamu. Tapi demi kemajuan kamu, demi masa depan kamu, aku pasti dukung ko..". Stella tersenyum.

"Maka biarlah kita tetap bersama selalu."

Stella menoleh. "Maksudnya..?" Seketika itu juga Stella terdiam.

"Will you marry me, Stella Maria Hasibuan?"

Stella terdiam. Dia menatap Gunawan, pria yang dulunya kakak seniornya, pria yang dulu mengutarakan perasaanya dengan menyanyikan lagu cinta untuknya, pria yang dulu ia temani mondar-mandir ke perusahaan-perusahaan untuk melamar kerja, pria yang dulu bersumpah akan selalu membahagiakannya. pria itu sekarang berlutut di sampingnya sambil memegang cincin perak di tangan kanannya. Stella langsung berdiri.

"Gun, serius..?!"

"With you, baby. I always am."

Stella mengulurkan tangan kanannya, membiarkan Gunawan menyematkan cincin itu di jari manis Stella. Dia lalu berdiri dan menunjukkan cincin pasangannya di jari manisnya, lalu tersenyum manis pada Stella.

Stella tersenyum sambil menahan haru. "I do, Gunawan Pradana Putra."

"Je suis amoreux le toi...", bisik Gunawan pelan sambil menatap Stella dengan tatapan penuh cinta.

Stella memeluk Gunawan erat.

"I love you too..."

Daun-daun perlahan berguguran menyambut keabadian cinta mereka.


END




by Romeo
-----------------------------------------------

Kapan ya gua bisa ngelamar soulmate gua dengan scene seindah ini...?
T-T
hahahaha
Tuhan....
Kirimin gua jodoooooooooooooooooooooooooooh...

February 09, 2009

Men-tiga

Bukan pengalaman pribadi!!!! Saya orang setia lho yah.. haha..

-----------------------------------

Sore itu kusandarkan punggungku dikursi bilik warnet nomor 31 di lantai dua sambil menatap keluar jendela, melihat lalu lintas jalan yang macet diluar sana.

aku menarik nafas, membiarkan partikel dingin udara AC masuk ke dalam paru-paruku, meredam gelisah yang tak tertahankan.

seketika itu juga handphoneku berdering.

open message ---> Ayank:

Lagi dimanah yank? jadi jalan2 kan ntar? kangen...

luph u

muah!


...

reply?

Yes.

...

oke yank, jadi jam tujuh ko.

luph u 2..


sent.

Aku kembali menatap langit dari jendela. Awan mendung memayungi kota. sebentar lagi hujan..

aku merasa berdosa telah melakukannya...

tiba-tiba kuraih handphone-ku.

Hun, kamu lagi dimana?

sent to: ---> Manda

sent.

beberapa saat kemudian balasannya tiba.

lagi dikampus yank.. kangen yah? hehe.. muah!

aku tersenyum, lalu menghela nafas..

tiba-tiba handphoneku berbunyi lagi. kali ini sebuah missed-call.

1 missed-called: Poetry

Dial Poetry ?

Yes..

Dialling...

Hallo?
Ya kenapa misscall yank..?.... Oh... Iya besok jadi kok.. Iyaaa... Love you too beibh.. iya kamu juga jangan telat makan yah... Iyah... Muah!


klik!

aku menatap awan lagi.

"Poligami ternyata melelahkan juga...".

END