Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

December 10, 2010

puisi geje

my POV of love

love is no longer urgent to me.
it is still needed, but not like how it used to be.
better life, get settled, get rich, that's what now a priority.
but hey, after i can buy my own car, I won't forget to get married.

dah kubilang kan kalo isinya geje?

December 01, 2010

Norah Jones - Don't Know Why

Don't Know Why

I waited 'til I saw the sun
I don't know why I didn't come
I left you by the house of fun
I don't know why I didn't come
I don't know why I didn't come

When I saw the break of day
I wished that I could fly away
Instead of kneeling in the sand
Catching teardrops in my hand

My heart is drenched in wine
But you'll be on my mind
Forever

I would cross the endless sea
I would die in ecstasy
But I'll be a bag of bones
Driving down the road alone

My heart is drenched in wine
But you'll be on my mind
Forever

Something has to make you run
I don't know why I didn't come
I feel as empty as a drum
I don't know why I didn't come
I don't know why I didn't come 

November 20, 2010

Malam ini malam Minggu

Malam ini malam Minggu.

Aku duduk didepan kafe sejam lebih awal. Entah kenapa aku sangat bersemangat hari ini. Aku menantinya malam ini.

Siapa dia? Dia adalah seseorang yang kudambakan selama ini. Malaikat yang kutunggu. Orang yang kunanti. Aku mengenalnya dari sebuah situs perjodohan sejak tujuh bulan terakhir. Awalnya dia mengirimkan pesan padaku, kira-kira pukul delapan malam tujuh bulan yang lalu. Dia bilang aku cute. Aku tersipu, meski tentu saja aku harus menjaga harga diriku. Dan kubilang dia manis. Dan disitulah perbincangan manis kami dimulai.

Sejak itu kami saling sapa lewat pesan, saling tanya dan saling mengenal. Namanya Raja. Umurnya lebih tua beberapa tahun dariku, dan dia sangat dewasa, namun masih tetap mengasyikkan dan penuh canda. Pesan-pesannya sangat sopan dan selalu diiringi pujian-pujian manis, atau malah saran-saran yang sangat logis dan dewasa. Kami saling bertukar foto. Kadang disela waktu kerjaku aku sengaja online dan mengabarinya. Dan dia selalu membalas.

Seminggu setelah itu dia menanyakan nomor telponku. Meski ragu, ntah kenapa aku rela memberikan nomorku padanya. Dan malam itu suaranya yang seksi menyambutku.

"Halo?"

"Iya?"

"Apa betul saya sedang menghubungi nomor gadis tercantik se Indonesia?"

Aku tertawa. "Salah sambung Mas. Ini nomor gadis terjelek se Indonesia."

"Oh, gapapa deh. Yang penting hatinya baik bagai Putri Raja."

Dan kami berduapun tertawa. Kami berbincang begitu lama, membicarakan banyak hal. Aku makin mengenalnya. Aku makin merasa dekat dengannya. Aku jadi suka padanya. Dan katanya dia juga suka denganku. Dan beberapa bulan setelah telpon pertamanya kami resmi pacaran.

Memang terdengar konyol pastinya, namun aku emmang telah mengikat cinta dengan seseorang yang tak pernah kutemui. Namun aku tak peduli. Aku cinta dia. Dan dia cinta aku.

Berbulan-bulan telah berlalu, dan kami masih bersama. Kami bahkan sudah merencanakan tentang hal-hal seperti pertunangan dan keinginannya untuk bertemu orang tuaku di desa. Dia adalan pria yang sempurna.

Dan telpon malam kemarin yang masih kuingat betul tiap nada dan intonasinya makin membuatku cinta padanya

"Sayang?"

"Iya sayang? Ada apa?"

"Aku ada kejutan buat kamu sayang."

Aku tersenyum simpul. "Kejutan apa Rajaku?"

"Aku sudah ada dikotamu Putriku. Malam mingguan yuk yank?"

Bagai anak kecil yang dibelikan mainan aku menjadi girang, Iya. Iya. Iya! Tentu saja iya! segera aku mempersiapkan diri, memberitahunya tempat yang cocok, dan segera sibuk memilih pakaian yang cocok. Aku bagai seorang mempelai yang akan segera menjemput cintaku, menikah, allu hidup bahagia selama. Aku sangat mencintainya.


Dan disinilah aku, duduk menunggu. Senja tadi telah digantikan malam. Dia belum datang. Nomornya tak aktif. Aku resah. Mimpi indahku perlahan musnah. Dan keresahan itu berubah jadi ketakutan. Bagaimana kalau seandainya aku ditipu? Bagaimana kalau seandainya dia berdusta? Apakah tujuh bulan ini hanya untuk sesuatu yang percuma? Bagaimana kalau...

Dan ketakutan itu segera berubah bagai benci bercampur sakit. Rasanya bagai dikhianati. Rasanya bagai dipermainkan. Rasanya bagai kalah dalam sebuah taruhan dimana jiwa ragamu telah jadi jaminannya.

Dan tepat pukul sepuluh malam aku memutuskan berjalan meninggalkan tempat yang seharusnya jadi tempat kami berjumpa sambil membawa hatiku yang berserakan.

Berhari-hari aku menangis. Aku didustai. Aku ditipu. Aku dibodohi. Aku membencinya. Aku emmutuskan mengganti nomorku, menutup akun di situs pencarian jodoh itu, menghapus semua fotonya, melupakan dia. Ya, Raja telah mati dihatiku.

Seminggu setelah itu aku memutuskan mengaktifkan lagi nomor lamaku, lalu tiba-tiba nomor itu muncul di telponku. Nomornya. Aku sengaja mendiamkan nomor itu beberapa saat, samapai akhirnya di deringnya yang kelima aku terpaksa mengangkatnya.

"Ngapain kamu hubungin aku lagi? Ga puas kamu nyakitin aku?!"

Dan sebuah suara membalasku. Namun bukan suara seksinya. Ini suara lain.

"Maaf, apakah ini Putri?"

Emosiku melarut begitu cepat. segera kujawab pertanyaan itu. "Iya. Ini siapa? Bukan Raja kan?"

"Maaf, saya temannya Raja. Nama saya Andika. Anda benar Putri, pacarnya Raja?"

Nama itu. Nama yang kubenci.

"Bukan. Kami sudah putus."

"Hah? Iya? Aduh.. Raja ga pernah ngomong kalo dia udah putus. Umm.. Mbak, saya cuma mau ngasi tahu aja Mbak. Soal Raja."

"Ada apa sama dia?" tanyaku datar. Nama itu tak ubahnya bangkai dengan bau busuk. Sampah yang seharusnya dibuang pada tempatnya.

"Saya sudah coba telpon mbak beberapa hari tapi nomor Mbak ga aktif. Saya dapat amanat dari Raja Mbak..."

"Amanat apa? Kenapa dia ga berani ngomong sendiri? Laki ga sih dia?" tanyaku. Aku mulai hilang kesabaran.

"Maaf Mbak. Raja seminggu yang lalu meninggal karena kecelakaan."

Dan di detik itu mendadak waktu seakan berhenti.

"Maaf Mbak... Waktu Raja masih sadar dia suruh saya kabari Mbak sambil ngasih handphonenya ke saya. Tapi... Handphone pecah dan kartunya juga rusak, makanya saya ga bisa langsung kontak Mbak. Akhirnya saya dapat nomornya dari buku agendanya, tapi nomor mbak ga aktif, jadi... Mbak? Mbak? Halo? Mbak?!"

***

Malam ini malam Minggu. Akhirnya aku bertemu dengan Rajaku, kekasihku. Aku menangisi nisannya.

November 16, 2010

angan pertemuan

Pertemuan Lalu

sebuah lagu yang menjadi puisi. atau cerita? atau masih lagu? entah...



Dan aku berdiri mematung saat kau datang.

Kau tersenyum dengan manis. Aku membalasnya. Bagaimana kabarmu, katamu pelan. Kujawab baik. Lalu kau tersenyum lagi, dan aku hanya tertunduk sembari membalas senyummu.

dia tawaku, dia sedihku..
dia membuatku merasa dialah segalanya buatku..
  

Kita duduk dan berbincang di kafe dekat tempat kita berjumpa. Kau masih seperti dulu, dengan auramu yang menarik dan ceria. Aura yang membiusku, sampai dering teleponmu menyadarkanku.

Salah. Maksudku caramu bilang "sayang" waktu mengangkat telepon itu yang menyadarkanku.

tapi dia pergi, tinggalkan kusendiri..
kau kubenci tapi kau kucintai..
melihat dengannya, aku benci..


Kau tersenyum lagi sambil memasukkan telepon selularmu. Kita berbincang lagi. Kau tanya dengan siapa aku sekarang, dan kugelengkan kepala. Tidak dengan siapapun, kataku. Dia mengangkat alisnya, lalu memberi senyum.

Kami terdiam sejenak.

tapi dia pergi, tinggalkan kusendiri..


Lalu dia muncul.

Dia yang sudah memenangkan hatimu. Dia tersenyum sembari menghampiri meja kita. Dia mengulurkan tangannya dan menjabat tanganku. Dia lalu memeluk dan mencium pipimu.

kau kubenci tapi kau kucintai..
pedih kurasakan luka ini sendiri..
melihatmu dengan dia..


Aku tersenyum, lalu berpamitan. Aku melangkah meninggalkan tempat itu, mencoba berlari dalam tiap telapak langkahku. Namun tangan itu meraihku. Tanganmu. Wajahmu nampak kuatir. Kau tidak apa-apa, tanyamu. Aku tersenyum lalu melepas tanganmu.

Ditunggu pacarmu, kataku pelan.

aku benci untuk mencintaimu..

 Maaf.

Kata itu mendadak muncul saat aku berjalan membelakangimu. Lalu kau bercerita tentang penyesalanmu, alasan-alasanmu, dan pengandaianmu. Aku menoleh menghampirimu, berdiri didepanmu. Dekat sekali. Bibir kita hampir beradu.

kau kubenci tapi kau kucintai..
pedih kurasakan luka ini sendiri..


Ditunggu pacarmu, kataku pelan. Aku menepuk bahumu, tersenyum, lalu melangkah pergi.

Kau hanya menatapku.

kau kubenci..
 

aku terus berjalan tanpa melihatmu.

melihatmu dengannya..

terus berjalan meninggalkanmu.

aku benci..

....

Dan aku berdiri mematung saat kau datang. Kau melewatiku, seakan tak mengenalku. Sangat berbeda dengan anganku barusan.

 -----------------------------------------------------------------
lirik lagu fullnya

D'sixthsense - Benci Untuk Mencintai

dia tawaku, dia sedihku..
dia membuatku merasa dialah segalanya buatku..

tapi dia pergi, tinggalkan kusendiri..

kau kubenci tapi kau kucintai..
melihat dengannya, aku benci..

tapi dia pergi, tinggalkan kusendiri..

kau kubenci tapi kau kucintai..
pedih kurasakan luka ini sendiri..
melihatmu dengan dia..

aku benci untuk mencintaimu..

kau kubenci tapi kau kucintai..
pedih kurasakan luka ini sendiri..

kau kubenci..
melihatmu dengannya..

aku benci..



http://www.4shared.com/audio/SpTYqa0a/DSixthsense_-_benci_untuk_menc.htm





.

November 15, 2010

Guess im going to Jakarta then.

Malang. pukul 15.00. Suara mbak-mbak HRD ditelepon yang mengabarkan berita itu kurespon dengan datar. lagi-lagi wawancaraku berhasil. kali ini perusahaan property, management trainee, posisi CS, lokasi... JAKARTA.

Jakarta lagi, pikirku. Kemarin sudah capek aku ke Jakarta, wawancara di sebuah perusahaan telekomunikasi yang berbuah ketidakcocokan, lalu pulang dengan tangan hampa. oh ya, tak lupa bilang koperku rusak selama dikereta dan keletihan luar biasa selama beberapa hari disana.

In short, i don't like Jakarta. Kotanya sumpek, ramai, melelahkan. Tapi ironisnya pekerjaan terkumpul disana, dan stuasi ini seakan menempatkanku bagai tikus lapar yang harus mengambil remah keju yang diletakkan manis diatas perangkap tikus.

Lebay? maybe. But i just hate Jakarta. Seriously. Tranquil situation like Jogjakarta, or at most the crowds in Surabaya is what i prefer. But still, semua job vacancies yang kulayangkan di kota2 itu tak ada yang tembus; dan lucunya SEMUA lowongan yang kulayangkan ke Jakarta tembus.

Man i surely want to trade my job vacancy with another job with equal position somewhere else. I simply hate the city (sorry, Jakmania, no offense. I just dont like crowdy place).

Dan begitu mbak-mbak HRD itu menyudahi perbincangan kami di telepon sembari memberikanku kesempatan untuk memikirkan kans itu beberapa hari lagi, aku terdiam.

If i rejected ths offer, then this will be the THIRD job i declined (the first one: tentor sebuah lembaga bahasa inggris di sebuah daerah. waktu itu aku iseng dan masuk. i declined - bad ady! the second one adalah telemarketing di perusahaan telekomunikasi. i declined the offer karena posisi yang kulamar dan posisi yang kudapat beda, and i don't like it.). But what if I accept it? Can I really live in a place i hate?

Dan saat ini aku amsih menanti kepastian perusahaan Filipina yang sudah menerima lamaranku dan KATANYA akan segera menghubungiku. Silly, you wait for something you might never be able to get it while neglecting something you can obviously get. But the experience living abroad, the chance to speak English ALL THE TIME, the chance to get myself a whole new world... that's something that made me want to stay and wait.

But what if i cant get it? that's gonna be a disaster. *sigh*

Maybe I should try Jakarta. Or maybe i shud wait for Phil. Or maybe I shud shut my mouth and start to think.

November 11, 2010

Ijinkan Hujan sekali Saja

Damian duduk tertunduk diatas tempat tidur putih menghadap jendela. Dia diam. Hatinya ragu. Di belakangnya sebuah koper hitam setengah terbuka tergeletak. Beberapa helai baju masih berserakan di tempat tidur.

"Ian?" Damian menoleh. Sesosok gadis berdiri di ambang pintu. Dia tak membalas tatapan Damian. Wajahnya menunduk. Damian menghela nafas dan mengangkat tubuhnya. Diraihnya baju-baju itu dan dimasukkannya ke koper. Gadis itu sesekali melihat Damian, namun dia memilih diam.

"Sha," panggil Damian. Gadis itu mengangkat kepalanya pelan.

"Iya?" jawab Shasha.

"Maafin aku."

Shasha diam. "It's okay," kata Shasha sembari tersenyum. "Kita bukan malaikat. Kita cuma manusia yang terbuat dari tanah. Kotor, berlumur dosa, banyak celah."

Damian meletakkan koper yang sudah dia angkat ke lantai, lalu menghampiri Shasha. "Maafin aku," bisiknya lagi.

Shasha tersenyum, namun ada tangis yang mengiringi senyumnya. "It's.. okay."

Mendadak Damian memeluk Shasha erat.

Pelukan yang biasanya penuh cinta itu kini maknanya berbeda. Peluk kangen itu jadi peluk perpisahan. Pelukan terakhir. Pelukan yang akan terkenang selamanya.

Dan didalam mobil itu Damian menangis. Tangannya gemetar memgang setir mobil. dia menangis.


Ijinkan hujan malam ini saja, agar aku dapat menari menyamar tangis dalam tiap tetesnya, agar terlarut dahagaku akan bahagia, agar semua masalah ini bisa terlupa.


Sejenak saja, Tuhan, sejenak saja...
Karena lelaki saru menitikkan air mata, dan hujan dapat menyembunyikannya.


Sejenak saja, Tuhan, sejenak saja...
Karena lelaki saru menitikkan air mata, dan tangis ini tak bisa ditahan adanya.

October 31, 2010

Coz I'm Elang

my first English language story - bout time eh? LOL 
enjoy! 


Coz I'm Elang - Karena Aku Elang

 tell me something about love..
something that brings the world a beauty,
something that soothes the pain of heart,
something that can not fade that easily.
-adi wicaksono, 2010-


"I'm going," I said slowly. She just smiled.

"Will you miss me?" she asked.

I nod weakly. not because i was sick, but because i was not certain about what i just approved.

"I will be rich, I'll build big home for us, I'll buy my dream car, I'll get everything I could only reach in my wildest dream."

She smiled. "I'm gonna miss you."

"Don't," I said. "Walk your path like what you used to do. Live your life without me."

"I can't."

"You have to. Don't wait for me. I... I don't know when I will be back."

She smiled. And suddenly she hugged me tightly.

"Elang, a bird that flies away, soaring the sky. That's what your name is."

"Yes. I am Elang, an eagle. My wings are meant to soar the sky, not to stay the ground."

She looked me deeply in the eyes. For a second I was stunned, but then I looked away.

She stepped back. "Elang?"

"Hm?"

"I love you."

I didn't reply those words. The pain those words caused could tore every piece of my sanity away. So I walked away. Without a word.

And though i couldn't see it, I knew she cried behind me.

I'm sorry. I'm Elang. I'm gonna soar. Coz I'm Elang.



I'm Like a Bird - Nelly Furtado
 

You're beautiful, that's for sure
You'll never ever fade
You're lovely but it's not for sure
That I won't ever change
And though my love is rare
Though my love is true

[Chorus:]
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is, I don't know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is , I don't know where my home is
All I need for you to know is

Your faith in me brings me to tears
Even after all these years
And it pains me so much to tell
That you don't know me that well
And though my love is rare
Though my love is true

[Chorus:]
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is, I don't know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is , I don't know where my home is
All I need for you to know is

It's not that I wanna say goodbye
It's just that every time you try to tell me that you love me
Each and every single day I know
I'm going to have to eventually give you away
And though my love is rare
And though my love is true
Hey I'm just scared
That we may fall through

[Chorus:]
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is, I don't know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is , I don't know where my home is
All I need for you to know is


[Chorus:]
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is, I don't know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is , I don't know where my home is
All I need for you to know is


[Chorus:]
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is, I don't know where my home is
(and baby all I need for you to know is)
I'm like a bird, I'll only fly away
I don't know where my soul is , I don't know where my home is
All I need for you to know is...




tell me something about love..
something that gives you wings to fly,
something that ease your tears,
something that stays there till you die.
-adi wicaksono, 2010- 
 

October 10, 2010

May I tell You something, God?

May I tell You something, God?




God...
Since i was a child i never had what i desire.
i cant have my own guitar in music class coz im not rich.
I cant have extra lesson at school coz i can't afford it.
My dad never really there when i need it.
My family got broke.
my sisters are fired from their jobs at the same time.
one of them is sick,
the other has to work for feeding her two sons.
my friends hated me.
i never feel happy in my own house,
i never had true friends,
i never be able join my favorite extracurricular,
my dad died coz of blood cancer,
while spending most of the family money as the payment for treatment in 4 years,
i never pass any scholarship,
i never had a longer relationship than a year,
I cant enroll in my favorite university,
i cant even afford to buy my own cellphone.

God...
my mum said everything will be given by You when the time comes.
I tried to wait and follow Your order.
I believe someday You'll give me the chance.
I believe in You for years.

Yet the chance never came.

God,
I am tired.
I'm sorry, but I need to tell You now that i'm tired.

I won't blame You, God, for this hard time in finding the purpose of my life.
And I know that Your followers, and probably even You, will be so pissed off with this question.
but I just want to know when You will allow me to find it, coz it seems like You have made my journey hard these days in this year.

You gave me alot, life, breath, healthy body, sane mind, i know.
But what is it worthy for if in the end i live my life in this "uselessness" and this "inability"?

Forgive me, God, if it made You very upset.
I am desperate. I need Your help.

Please... Help me.






(no preaching comments please)

September 23, 2010

hari ini, lusa, dan keesokan harinya

kelulusan adalah yang dinanti setiap orang tentu saja. perjuangan selama beberapa tahun periode tahun ajaran yang harus mereka lewati demi gelar yang akan mereka dapat nanti, demi ijazah yang akan mereka dapat nanti.

tapi kenapa aku malah merasakan sebaliknya? seperti waktu lulus sma, dilema ini terasa kembali. I have nowhere to go. aku tidak tahu kemana nasibku merajutkan jalan untukku. bimbang, takut mengambl keputusan, those things keep coming back.

lalu?

hari ini aku akan menggunakan pakaian yang dulunya kupakai waktu upacara opspek 4 tahun lalu. sebuah pakaian yang dulunya dipakai untuk mengawali kini akan terpakai juga untuk mengakhiri. hari ini adalah hari pertama semuanya akan berubah. tujuan hidupku dikota ini telah tercapai. aku jadi sarjana. mission complete. The End. Fin.

lalu?

ntah. semua masih kelabu bagiku.

am i scared? maybe. maybe i am. mungkin terlalu takut memulai yang baru, mungkin terlalu takut untuk mencoba sesuatu. mungkin aku tak sehebat kawanku yang nekat berangkat ke Perancis, mungkin aku tak secerdas seniorku yang bisa menjadi karyawan kantor PBB di Eropa, mungkin aku tak seberuntung kawan-kawanku yang telah mendapat kepastian kerja mereka, mungkin aku tak sekaya teman-temanku yang lainnya yang bisa lanjut s2. mungkin semua itu menakutkanku.

lalu?

lagi-lagi entah. namun aku percaya semua pasti akan baik-baik saja. Dan delapan tahun dari sekarang, aku akan tahu jawabannya.

September 18, 2010

puisi gak jelas

Aku dan Dia

Dia dokter aku cuma pujangga
Dia penyiar aku belum kerja.
Dia sempurna aku biasa.
Dia disana aku di jawa.
Dan mungkin saat aku sudah bisa menyamainya,
Dia sudah ada yang punya.

Gimana ga putus asa coba?


random banget.

September 16, 2010

September 14, 2010

mendewasa

Mendewasa

Kita mendewasa dalam tiap cerita.
Kadang dalam cerita itu kita terluka,
Kadang dalam cerita kita bahagia.
Tak ada yang bisa menjamin kapan senyum itu bisa menjadi luka.

Aku belajar, dan selalu belajar lewatnya.
Kadang membandel, seringnya mengulang salah yang sama.
Namun seiring jatuhnya dedaunan itu, aku berusaha menjadi dewasa,
Berusaha untuk menjadi seorang pria.

Kita mendewasa dalam tiap cerita.
Kadang kita tertawa, kadang kita terluka.
Namun tiap cerita itu membawa pelajaran berharga.
Pelajaran untuk hari tua kita nantinya.

Sebuah cerita tentang kalian,
Tentang cinta, tentang bahagia, tentang pedih, tentang tawa.
Tentang angan naif masa muda dan kenyataan yang tak seindah bayangan kita.
Tentang aku, kamu, dia, mereka, tentang kita.

Sebuah cerita yang akan abadi selamanya.


untuk mereka yang pernah melintas dalam hidup manusia hina ini.


foto ini hasil editan adysaurus, namun fotonya sendiri berasal dari akun facebook seseorang dan bukan milik dari editor

September 04, 2010

Masa lalu... hahaha

menelpon beberapa mantan, menanyakan kabar mereka.
Ada yang diangkat, ada yang ga diangkat.
ada yang ga diangkat tapi sms nanya ada apa.
ada yang ga diangkat tapi sms nanya ini siapa.

Dulu kami begitu mesra, sekarang jadi pengisi buku telpon saja.
Lucu ya, betapa sang Waktu memang bisa merubah jalan hidup kita.

Ya, paling tidak kalian baik-baik saja. :]

September 03, 2010

kertas di gedung E Fakultas Sastra Universitasku

kurang lebih kertas di gdung E itu isinya begini:
Nama:
Adi Wicaksono.
Fakultas/Jurusan/Prodi: Sastra/Sastra Inggris/Bahasa dan Satra Inggris.
Judul Skripsi: A Comparative Analysis of Phonetic Transcriptions
of Vowels in the Al Bhed Language in Final Fantasy X : International
Version.
Nilai: A.
IPK: 3,42.
Predikat: Sangat Memuaskan.

August 23, 2010

Sahabat dan Sendiri

sahabat? sahabat itu apa? rasanya seperti apa? kenapa semua orang menginginkannya? aku tak pernah benar-benar paham maknanya.

aku tak pernah paham makna sebenarnya dari sahabat. selama ini aku tidak benar-benar punya teman. Sejak kecil kegemaranku berbeda dengan yang lainnya. hasilnya aku terkucilkan. yang lelaki mengolok-olokku, yang perempuan menjauhiku. aku dihina cengeng, aku dijauhi, tak ada yang mau bermain bersama. di rumahpun tak tersisa rasa cinta, hanya keluhan, bentakan, omelan, dan ketidak nyamanan. semua membebani, dan membentuk aku yang sekarang ini. dan sejak saat itu kata SAHABAT selalu bersanding dekat dengan kata SENDIRI

maka dimulailah permainanku dengan imajinasi kecilku. dengan imajinasi batang bambu itu jadi pedang. dengan imajinasi pepohonan itu jadi musuh. dengan imajinasi aku berlari menebas mereka, membantai musuh-musuhku, dan makna sahabat mulai hilang maknanya dalam hidupku. dan dengan imajinasi masa kecil itu aku kadang memanjat pohon, lari dari hinaan dan cacian mereka, masuk ke dunia khayal tanpa derita. aku tak lagi butuh sahabat, karena aku bisa hidup tanpa mereka. dan kata Sendiri jadi terasa tak menakutkan lagi

lalu saat sekolah menengah kata itu kembali bermakna. aku bertemu seorang teman, teman satu kelas. kami berhobi sama, bersifat sama, dan bernasib sama. dalam keterkucilan itu kami berteman, dan saat itu aku merasakan makna sahabat. dalam terik siang pulang sekolah dia mendengar, aku juga mendengar. dalam baju putih biru dia bercerita, aku bercerita. dan kami selalu bersama.

namun aku dan dia beranjak dewasa. kedekatan kami merenggang perlahan saja. dia kini tumbuh jadi wanita bersahaja, dan aku jadi lelaki dewasa. kami kadang bercerita, meski tak lagi selugas biasanya. ada tembok tak terlihat - tembok moral yang terbangun saat kami mulai mengenal makna eksistensi pria dan wanita. makna sahabat yang sempat terpisah dari sendiri itu mendadak kembali.

dan mulailah hidupku sendiri lagi dalam seragam abu-abu. semuanya menuntut prestasi, semua mengharap nilai tinggi. tak sempat lagi terpikir tentang sahabat, karena aku sudah bingung dengan nasibku sendiri. namun isolasi itu masih ada, pemilihan teman itu masih terasa. dan aku selalu disaring keluar, meski kini dengan senyum palsu dan wajah berpura-pura.

kupilih kembali ke dunia lamaku, dunia imajinasiku. dunia yang sempat kukunci tiga tahun lalu. aku mulai menulis, berkarya, menciptakan dunia dimana alurnya ditanganku, dan semua orang akan kujamin bahagia. tak ada yang akan bernasib sepertiku, duduk dipojok kelas, menghibur diri dalam angan bahwa kelas itu menyayangiku. namun aku hanya pengisi absen nomor satu.

mungkin karena itu tak lagi berat untuk meninggalkan kotaku, karena tak ad ayang benar-benar menahanku. kota lahirku tak ubahnya seperti kota-kota lain yang kulintasi dalam perjalananku, dengan kenangan yang hanya sedikit terasa. dan pindahlah aku empat tahun lamanya, belajar ditempat baru, bertualang dalam imajinasi nyata terliarku.

di dunia baru ini tak ada yang mengikatku, semuanya kucoba, semuanya kurasa. dosa, pahala, semua bercampur dalam realita. dan banyak yang menyukaiku di dunia baru ini. mereka melihatku dengan cara berbeda, mereka suka, bahkan banyak yang bilang cinta. ya, kata yang seumur hidup aku tak pernah bermimpi mendengarnya. dan jadilah cinta itu larutan lain dalam realitaku yang menggila. aku bahagia. paling tidak menurutku, aku bahagia.

dan aku mulai belajar arti sahabat. dan mulailah aku mencari mereka yang bisa menjadi sahabatku. banyak sebenarnya yang ada didekatku. mereka berkeluh kesah padaku, mereka meminta nasehatku, mereka membutuhkanku, mereka mengajakku jalan-jalan, mereka minta kutemani, mereka berusaha membantuku, mereka menyumbangkan saran mereka padaku. aku belajar untuk memahami, karena kudengar sahabat itu harus saling memahami.

perlahan aku jadi terbiasa diam dalam pemahamanku. tak ubahnya aku menjadi peneliti yang melihat tingkah tiap manusia dengan masalah mereka, mendengar tiap kalimat keluhan mereka yang berat dalam menjalani hidup mereka, membaca tiap cerita mereka kala mereka gundah dengan segalanya. di situ aku mulai belajar bersikap bijaksana, di situ pola-pola masalah manusia jadi mudah kupahami, mudah kupecahkan. dan semakin banyak yang menyayangiku karena kata mereka aku pengertian. banyak yang nyaman bercerita denganku karena aku tahu cara memperlakukan mereka seperti yang mereka mau. aku jadi punya banyak teman.

namun dalam tiap keluhan itu, dalam tiap solusi itu, dalam tiap kalimat menghibur itu, pertanyaan itu muncul: apakah ini makna sahabat? apakah rasa senang melihat nasehatku berguna untuk mereka ini rasa sahabat yang dulu kucari? apa bedanya dengan konsultasi berbayar biasa? kenapa kata SAHABAT itu masih bersanding  dekat dengan kata SENDIRI? kenapa aku masih merasa seperti ini? kenapa duduk diatas motor sendirian masih lebih nikmat daripada berkumpul dengan mereka-mereka yang dengan bangga telah kupanggil teman? kenapa tak ada yang bisa mengerti, seperti sahabatku dulu? empat tahun ini mendekati akhir, dan mungkin aku akan pergi lagi, namun tanya itu masih belum ada jawabnya. pertanyaan-pertanyaan itu, kapan akan terjawab?

dan apakah mempertanyakan semua ini membuatku jadi sahabat yang tidak baik?

August 10, 2010

I love this song

"How Deep Is Your Love"

I know your eyes in the morning sun
I feel you touch me in the pouring rain
And the moment that you wander far from me
I wanna feel you in my arms again

And you come to me on a summer breeze
Keep me warm in your love
Then you softly leave

And it's me you need to show

How deep is your love?
How deep is your love?
I really meant to learn
Cos we're living in a world of fools
Breaking us down when they
All should let us be..
we belong to YOU and ME.

I believe in you
You know the door to my very soul
You're the light in my deepest, darkest hour
You're my savior when I fall

And you may not think I care for you
When you know down inside
That I really do


And it's me you need to show


How deep is your love?
How deep is your love?
I really meant to learn
Cos we're living in a world of fools
Breaking us down when they
All should let us be..
we belong to YOU and ME.



i had a crush on you -buatyangngerasa-

July 26, 2010

Munajat Skripsi

Munajat Skripsi

Malam ini revisi lagi,
Tak ada yang disetujui...
Seperti malam malam
Yang sudah sudah..

Laptop ini tak pernah mati..
Kalo ngedrop, yah di-charge lagi...
Seperti Skripsi ini...
Tak selesai-selesaaaai...

Tuhan ijinkanlah Aku
Biar cepat lulus skripsiiiiii...
jangan lama revisinyaaaa...
Cepat lulusnyaaaa...


Mata ini semakin sayu
mana uang ngeprintnya abis...
Mendadak lampu mati,
Jadinya mampus...

Tuhan ijinkanlah Aku
Biar cepat lulus skripsiiiiii...
jangan lama revisinyaaaa...
Cepat lulusnyaaaa...


Akhirnya tlah disetujui,
Sekarang tinggal ke penguji...
Semoga gak salah lagi,
Sidang gak dimaki...

Tuhan Kirimkanlah Aku
Penguji yang baik hatiiii...
Yang menyukai skripsiku...
Dan memberi A...


Tuhan Kirimkanlah Aku
Penguji yang baik hatiiii...
Yang menyukai skripsiku...
Dan memberi A...

---------------------------------------------------------

pernahkah anda merasakan tiap getirnya?
T-T

(yang sudah lulus temennya didoakan cepet nyusul, yang udah sidang doakan juga yang belum sidang, yang belum sidang doakan yang masih revisi, yang mau revisi doain yang belum bikin judulnya, yang belum bikin judulnya... ah mbuh le niat po ra kowe?)

http://www.youtube.com/watch?v=ln-KOWgrGiI

July 25, 2010

4 tahun

4 tahun. Banyak yang telah terjadi. Sosok pemuda kecil belasan tahun dari kampung ini, dengan bekal kepolosan dan ilmu yang menurutnya cukup untuk menaklukkan dunia, dengan semangat tanpa menyerah untuk membahagiakan semua orang disekitarnya, dengan semua itu dia mencoba mencari makna. Makna yang dikaruniakan orang tuanya dalam namanya, makna yang diberikan Tuhan dalam hidupnya.

4 tahun. Pemuda belasan tahun itu telah belajar banyak. Dia belajar untuk lebih dewasa, lebih memahami kebaradaan orang lain selain dia, belajar untuk mempertahankan dirinya, belajar mengatasi luka yang diterimanya dari dunia, serta belajar mengobati luka yang lain saat mereka membutuhkannya.

4 tahun. Pemuda itu sudah berkalang noda. Bercak-noda-legam-parut-luka. Semua adalah bukti dia mulai bisa bertahan dalam dunia. Semua adalah makna yang mengukir dalam dirinya. Makna bahwa perjuangannya masih panjang, masih ada yang bisa dilakukannya.

4 tahun. Harapan yang hilang dan muncul kembali. Berbagai rintang yang sudah teratasi. Manusia-manusia yang datang dan pergi. Dan datang lagi. Atau tak pernah kembali. Semua mengajarinya untuk mandiri, berdiri sendiri, meski masih tertatih.

4 tahun. Pemuda itu mendewasa. Umurnya sudah dua dua. Kata mama sudah saatnya mencari calon buatnya. Pemuda itu tersenyum saja. Masih panjang yang dicarinya. Harta, kerja, surga, semua belum pasti diraihnya. Nanti saja, kata dia.

4 tahun. Mungkin kacamata minus ini yang merubah cara pandangnya. Mungkin dunia yang terus berubah yang ikut mengispirasinya. Atau mungkin karena dia sudah mulai memahami maknanya. Mungkin... Mungkin karena dia sudah dua dua.

4 tahun. Dan dia mencoba tidak cengeng seperti dulu, saat kawannya mencecar tangisnya, saat dia hanya duduk dipojok melihat mereka bermain tanpanya, dan tumbuh dewasa dengan terbiasa disana, di sudut tempat favoritnya.

4 tahun. Selama itu dia sudah mencari makna. Dan dia kini tahu, makna apa yang terukit dalam jiwanya.

4 tahun. Pemuda itu aku.

July 20, 2010

dua dua

sudah merupakan kebiasaan untuk mendaftar sepuluh hal terakhir dan sepuluh hal pertama yang kulakukan di pergantian hari tiap tanggal ini. :)
inilah dia:

yang terakhir di 21: 

1. makanan terakhir - oreo stroberi
2. minuman terakhir - air putih galon
3. game terakhir yang dimainkan - FF XII
4. orang terakhir yang kusapa - Temen kos yang namanya Rendy.
5. orang terakhir yang nelpon - Anshar (kecepetan satu jam)
6. foto terakhir yang dilihat - Kangin
7. lagu terakhir yang didengar - ke$ha - Tik Tok
8. sms terakhir yang dibaca - dari Linda
9. sms terakhir dibalas - dari kak iyad
10.terakhir yang dipikirkan - skripsi

yang pertama di 22:

1. makanan pertama - sup krim KFC
2. minuman pertama - jus jeruk
3. game pertama yang dimainkan - (kayanya) FF XII lagi
4. orang pertama yang kusapa - koko-koko yang beli di KFC
5. orang pertama yang nelpon - Anshar lagi.
6. foto pertama yang dilihat - fotonya si Tyo.
7. lagu pertama yang didengar - Selamat ulang tahun di KFC 
8. sms pertama yang dibaca - dari Anto.
9. sms pertama yang dibalas - dari kak Iyad
10. hal pertama yang dipikirkan - (masih) skripsi


pembaruan resolusi:
target saat ini:
1. skripsi+sidang+revisi selesai!
2. belajar renang
3. cari kerja


SEMANGAT!

July 11, 2010

Blank

Hari ini Minggu. Aku terbangun agak telat.

Dengan lemah aku menatap langit-langit kamarku, melihat ruas-ruas segi empat yang membingkai tiap bilah-bilahnya, dan bintang-bintang fosfor yang tertempel disitu peninggalan pemilik lama kamar ini.

Cukup lama aku menatap kosong, sampai dadaku perlahan menyesak. Bukan, ini bukan asma. Ini sebuah gejala aneh yang sering kualami dulu. Sesak ini perlahan berubah jadi kehampaan. Ya, hampa.

I feel like I don't belong here, like I was suppose to be somewhere else, in another universe, but I ended up here. I feel like my reality is a dream, and my dream is the reality.

Boneka hadiah pemberian sahabatku kuangkat keatas, kutatap dalam-dalam, kurasakan tekstur dan wajahnya. Begitu nyata, namun begitu semu.

Aku duduk bersandar dengan menaruh boneka itu dipangkuanku. Mataku menatap sayu ke sekeliling. Kamarku yang berantakan, baju-baju yang tergantung, helm, tasku, buku-buku, dan draft skripsiku tergeletak acak dikamar. Mataku bilang semuanya nyata, tapi hatiku meragukannya.

Aku memejamkan mata, mencoba mengingat kenangan yang ada di kamar ini, di dunia ini, mencoba mencari-carinya dalam tumpukan memori, mencoba menyatakan kalau kenangan itu adalah bukti. Bukti kalau semua ini realita, dan aku hidup dalam realita itu.

Ya, aku bisa mengingat dengan jelas, namun gundah dan sesak ini...

Pertama kalinya dalam hidupku, aku takut kalau semua ini hanya mimpi.

Aku berdiri, membuka pintu kamarku, membiarkan mentari menyambutku dan menyilaukan mataku. Lalu aku duduk di beranda depan kamar beberapa jam. Diam.

Otakku bilang ini nyata, hatiku bilang ini mimpi. Dan akhirnya aku membungkam hatiku lagi.

June 30, 2010

Kenalan? Oh kenalan...

Saya dibilang sombong lagi hari ini.

Seseorang mengirim pesan singkat siang ini, ngajak kenalan.
Saya tanyain lah pertanyaan standar: ini siapa, tahu nomor ini dari mana?

Dia sebut nama, lalu bilang tahunya dari facebook.
-nomor saya hanya bisa dilihat friend, jadi asumsi 1: dia masuk friendlist-

Saya tanya, alamat fbmu mana?
dia lalu memberi alamat fb, namun tanya: kamu sapa, tinggal dimana?

Di sinilah saya sedikit kaget: Perasaan nama fb dan asalnya ada deh, bahkan non-friend aja bisa lihat.
-asumsi 2: dia ragu alamat dan nama saya palsu (maklum, namanya juga dunia maya. nama juga bisa 'maya' toh?)-

Lalu terbukalah alamat orang yang sms saya itu, dan ternyata kita TIDAK terhubung sebagai friend.
Aneh, karena nomor saya sudah saya setting agar tidak ada orang non-friend yang bisa sembarangan melihatnya. Dan saya sudah cross-check kok, settingnya tetap sama.

Wajar dong saya tanya: kok bisa tahu, kan bukan friend?
Eh dia ngotot tahu dari facebook.
-asumsi 1: GUGUR. asumsi 3: mungkin dia ikut lihat fb saya waktu temennya yang kebetulan temen saya OL-

saya tanya lagi dengan tegas, nomor saya dapat darimana? temanmu siapa?
Dia bilang dia ya tahu aja dari fb, tapi lupa sapa nama dan alamat saya.

Iseng-iseng saya cari di friendlist saya, dan rupa-rupanya ada seseorang yang wajahnya persis dengan profile picture si pengirim sms ini, kebetulan friend requestnya baru saya approve pagi ini. Nampaknya ada yang punya profil ganda. hmmmm...
-asumsi 2 GUGUR. Asumsi 3 GUGUR-

ya sudahlah, saya ngalah. saya sms nama dan alamat fb saya, sambil saya sindir : kalo kenalan jangan sampai lupa fb tempat dapat nomor hapenya ya. dalam hati saya berkata, hore dapat teman baru.

Tapi saya tetap pura-pura ga tahu aja dan melihat sejauh mana dia akan terus main-main. Eh dia telpon.
Di telpon saya tanya lagi siapa dia dan tahu darimana, dan dia masih tidak mau ngaku. Saya sok tanya apa dia kenal dengan orang ini atau ini atau ini, semacam ikut permainan dia. Dia bilang "iya kali," saat saya sebut nama profilnya yang lain.

dari sini mood saya untuk melayani permainan "kenalan" darinya perlahan hilang. Saya bilang saja saya ga minat kenalan dan pamit tidur karena masih mengerjakan skripsi.

Eh ijin saya dijawab dengan sebuah prnyataan menohok dari dia:

"kamu sombong ya? dah kebanyakan teman apa sampe sombong kaya gitu?"

Sombong?
Mungkin saya memang sombong.

Tapi ntah kenapa saya kok perlu ya selektif dengan siapa-siapa yang ingin jadi teman saya (saya pribadi akan melakukan hal yang sama jika memang saya sudah BERANI men-dial nomor yang tercantum di info mereka), apalagi dia bilang dia LUPA dengan alamat facebook saya, padahal dia dapat nomor itu dari facebook.

Di dunia maya, menjadi orang supel itu memang wajib. Saya akui itu. Berteman di dunia maya bisa terjadi tanpa sebab, tanpa akibat. Jadi besok temenan lusanya bisa ilang, cuma temen online saja, istilahnya demikian. Saya juga bisa seperti itu. Tapi jika seseorang sudah berani menghubungi nomor kontak orang lain, saya anggap orang itu sudah MELEWATI BATAS DUNIA MAYA DAN MULAI MASUK KE DUNIA NYATA, dan di dunia nyata, aturan untuk berteman itu lain lagi ceritanya.

Bukannya pemilih, namun dalam dunia pertemanan dunia maya, wajah, suara, gestur tubuh, semua yang bisa menunjukkan baik tidaknya itikad orang kan tidak terlihat, dan satu-satunya cara membaca maksud seseorang ya cuma lewat tulisan. Dan jujur, dari kacamata saya (saya orang jawa, dibesarkan dengan sopan santun dan unggah ungguh ala jawa), saya ngerasa itu tidak sopan (ntah mmang itu apa adanya dia atau cuma dibuat-buat). Dan saya tidak mau terlanjur terlibat pertautan teman dengan seseorang di dunia nyata yang saya sendiri ragu apakah pertautan itu bisa dilihat nyata atau tidaknya.

saya balas smsnya:

:)
makasih dah dibilang sombong.
saya tahu kamu punya profil ganda. Sayang aja kenapa ga jujur dari awal.

dan profilnya saya hapus dari friendlist saya

*yang pasti nasibnya beruntung karena saya tidak sampai hati mengucapkan kalimat2 sarkastik yang pastinya akan membuat jabatan sombong saya bisa naik tingkat jadi judes*

dia sms lagi, saya malas melihatnya.



kalo menurut kalian, sombongkah saya?



-yang pasti ide mencantumkan nomor kontak agar teman-teman facebook bisa dengan gampang kenalan dengan saya itu mungkin kurang baik. kayanya dihapus aja deh daripada tambah kaco-

June 25, 2010

Hidup: sebuah perjalanan menuju liang lahat (Life: A Journey to the Grave).

Hidup: sebuah perjalanan menuju liang lahat (Life: A Journey to the Grave).

Manusia pasti mati. Itu adalah satu fakta murni yang berlaku dalam dunia tempat kita tinggal ini. Bahkan tak cuma manusia, hewan, tumbuhan, mereka juga akan menemui sebuah akhir yang disebut mati. Setelah itu, semuanya masih misteri. Agama-agama mengajarkan akan kehidupan setelah kematian, ada pula yang mengajarkan siklus kehidupan berikutnya yang biasa dikenal dalam istilah reinkarnasi. Namun apapun itu, semuanya setuju bahwa kematian selalu jadi ujung sebuah perjalanan tiap makhluk bernyawa yang kita namai dengan istilah kehidupan.

Dan dengan sadar penuh kalau kita akan mati nantinya, jika seandainya suatu ketika seseorang memberikanmu kabar kalau hidupmu akan berakhir tak lama lagi dan tak ada cara lain untuk menghindarinya, kenapa selalu akan ada rasa bahwa waktu yang kalian miliki di dunia ini begitu kurang? Kenapa jadi merasa kurang? Bukankah memang hidup itu untuk mati? Kenapa tidak langsung mati saja? sebenarnya apa guna hidup itu sebenarnya?

Agama menjawab pertanyaan itu dengan menyebutkan bahwa kehidupan yang kita rasakan adalah semacam media pengumpulan pahala untuk hidup kekal nanti; para atheist menyatakan hidup ini ya hidup - kita ada karena kebetulan, dan kebetulan juga kita bisa mati. Lalu apa cuma seperti itu? Setelah kita mati, selesai? Atau setelah kita dimasukkan ke neraka dan surga, selesai? Begitu saja? Entah kenapa aku merasakan kalau eksistensi kita sebenarnya lebih dari sekedar menjadi calon penghuni neraka atau surga, lebih dari sekedar hamba Tuhan yang di dunia ini menambang pahala, dan bahkan lebih dari sekedar kebetulan kosmik hasil dari keteraturan tak berujung di jagat raya ini. Aku merasa, kita sebagai manusia punya misi lebih daripada itu. Jika memang suatu saat nanti seseorang mengabarkanmu tentang tengat waktumu yang makin dekat, mungkin kalian akan tersadar maksud sebenarnya dari jangka waktu yang didapat di dunia. Perjalanan yang disebut kehidupan ini ternyata memiliki makna yang begitu sederhana: pengalaman.

Pengalaman selama kita hidup, itulah yang kita cari. Langit yang begitu biru, rumput yang begitu hijau, laut yang begitu teduh, semua itu adalah hal-hal yang kita nikmati dalam perjalanan ini. Pertemuan dengan sesama makhluk yang tak kekal lainnya, bertukar mimpi, bertukar asa, bertukar ambisi yang harus dipenuhi sebelum tenggat mereka masing-masing habis, lalu menyisakan kenangan dalam tiap individu yang nantinya akan dibawa sampai kubur nanti. Dari hal luar biasa seperti ilmu yang diciptakan manusia, jutaan hal baru yang masih perlu diamati dan dinikmati, bintang-bintang yang masih perlu diselidiki, atau malah hal sederhana seperti duduk didepan rumahmu meresapi ketenangan sembari melihat kupu-kupu berterbangan, semua itu adalah hal yang kita dapat selama perjalan kita sampai nanti. Dan kitalah yang akan menentukan seperti apa hidup ini kita pakai nanti - untuk segala hal indah atau sebaliknya. Di sinilah mungkin agama memperlakukan sistem dosa dan pahala agar manusia dijauhkan dari tindak tanduk tercela lewat larangan dan imbalan dosa serta didekatkan dengan keharmonisan hidup yang diberi imbalan pahala.

Mungkin karena inilah orang takut mati - mereka yang percaya Tuhan takut mati karena merasa belum cukup menabung pahala; mereka yang tak percaya takut karena merasa belum menikmati hidup yang sebenarnya. Semua sebenarnya berlandaskan satu teori yang sama: Kita takut karena kita merasa kita belum cukup merasakan dunia ini seperti apa, kita merasa punya tanggung jawab dan hak untuk berada di dunia ini, untuk menikmati sekaligus mengelolanya, atau malah merusak dan menjarahnya. Apapun itu, kita takut karena kita merasa belum cukup menikmati hidup, untuk mengejar dan menggapai yang kita mau. Hidup jadi nampak seperti sebuah perjalanan yang jauh dan berliku diatas sebuah mobil dengan pemandangan indah yang selalu kita catat dalam buku pengalaman hidup kita, dan ketika kita sudah mau sampai, kita akan merengek bagai anak SD yang ngin jalan-jalan lagi karena masih ingin menikmati pemandangan itu.

Namun apapun itu, dengan pengaruh agama atau tidak, perjalanan ini memang harusnya dibuat indah dan penuh tawa. Sedekat apapun tenggat waktu hidup kita, seharusnya semakin kita bisa buat perjalanan ini menyenangkan dan memberi makna hidup kita dengan keindahan, keharmonisan, dan kebaikan. Hidup cuma sekali, kata pepatah, maka isilah hidup ini dengan sebaik-baiknya. Coz Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.


Dan aku janji, sisa hidupku akan kubuat indah. :)




adysaurus: another immortal human that views life in his small-framed mind.

June 23, 2010

Saya Akan Menyusul

Kemaren baca status seorang teman.
Kami berdua seakan sudah janji untuk bisa berkunjung ke kota dan negara favorit kami - Paris, Prancis
.

Kemaren di status dia bilang dia akan berangkat bulan Agustus.
DAMN!

wait for me there buddy,
I'll be there too!

:]

June 22, 2010

bait insomnia

Malam.
Diam.
Hampa.
Ingat.
Kamu.
Ragu.
Sedih.
Bimbang.
Sakit.
Tangis.
Kamu.
Tangis.
Kamu.
Tangis.
Masa lalu.
Kamu.
Ingat.
Kita.
Sakit.
Tangis.
Kamu.
Tangis.
Diam.
Capek.
Tidur.
Resah.
Kamu.
Bangun.
Duduk.
Diam.
Rindu.
Kamu.
Sedih.
Sakit.
Tangis.
Kamu.
Tangis.
Diam.
Lelah.
Tidur.
Benar-benar tidur.
Mimpi.
Kamu.
Kangen.
Kamu. 
Kamu.

Kamu. 


Kamu. 

June 20, 2010

Mati Rasa

Mati Rasa - Adysaurus, November 09 (baru post sekarang)

Sejak enam bulan lalu aku mengenal cintanya,
Sejak bulan lalu kami mengakhirinya..
Aku tak lagi tertarik akan cinta..
Apa aku mati rasa?

Sejak itu banyak yang menyukaiku,
banyak yang menawarkan hatinya untukku..
aku hanya tertegun dungu.
Sudahkah kumati rasa?

Bukan, bukan penggantinya yang kucari!
Tak ada yang bisa menggantinya karena tak ada yang sama..
Namun entah kenapa aku tak percaya lagi..
mungkin aku mati rasa.

Aku berusaha mencintai lagi,
menyayang lagi sepenuh hati,
namun aku tak bisa lagi..
Kayaknya memang sudah mati rasa.

Aku tak mau lagi menjejak rasa,
aku takut jatuh cinta..
aku takut untuk mengulang semua,
karena aku mati rasa.

Aku tak mengerti karena semua tak lagi sama..
aku tak paham karena semua berbeda.
inikah aku yang mendewasa,
atau aku sudah mati rasa?

Haruskah aku bahagia,
ataukah aku menyesalinya?
karena aku tak lagi bisa mencinta..
karena aku..

mati rasa.

June 15, 2010

aku-sayang-kamu.

pernah aku diam mendengar ceritamu,
tanpa sadar senyum terlukis di bibirku.
aku bayangkan kamu bercerita didepanku
dengan wajahmu yang lucu dan manisnya senyummu.

aku sayang kamu.

pernah suatu ketika aku mau merayumu,
mendadak aku terdiam bisu.
aku sadar rayuanku bukan yang tepat untukmu,
karena aku tahu rasaku ini lebih dan lebih dari rayuku.

aku sayang kamu.

pernah mata nakalku tergoda selain kamu.
mencoba manja dan berpesona ke selain kamu.
namun aku selalu ingat kamu.
tak ada yang begitu bisa mencintaiku sepertimu.

aku sayang kamu.

pernah aku nikmati sendiriku,
berjalan sendiri bercengkrama dengan waktu.
aku selalu melihat ke sebelahku,
selalu terasa ada kamu disitu.

aku sayang kamu.

rasa ini sederhana saja,
tak ada tipu tak ada dusta
aku sayang kamu,
itu yang kurasa. :)

June 11, 2010

This Is IT!

Okay,
I am currently experiencing the moment when I literary lose my willing to do my thesis. At all.
I dunno, it's just like... gone.

Aaaaand out of the blue,
my lecturer sent me this simple text message:

meet me Monday at 8. I need to consult the head of department at 9 so be quick. Bring the whole 4 chapters with you. Good Luck.

And I was like, WHAT?!

I was... shock. Okay, so i need to collect my thesis Monday at 8. Nice. And I have to pay for this semester's course, and A-ha! Don't forget to revise my title on the same day Dino, and I will need to change some part of it. All in Monday.

I was smiling, really. But actually you can hear my self-consciousness screamed OH CRAP OH CRAP OH CRAP OH CRAP~

Well,
What am I suppose to do!!!
I lose the will to do any of the thing related to my thesis,
I haven't paid for my tuition fee,
I haven't prepared the argumentation for changing my title,
And that text came to my cell and suddenly ruin my peaceful Friday!!!

Ngaaaaaargh!!!!

Anyways, that aside, I remembered these days last year, when I dated with one of my ex. I remembered my ex experienced the same way yet somehow managed to do that. Well I helped in finding the books and stuff (yet i was dumped. Because I forgot to text when I was going out with my friend. Very ungrateful. Hate u, Ex, if you read this. Hate you. :P), and giving a push in doing the thesis. Awwww...
Okay stop daydreaming! Back on course. Entering reality, Houston!

Soooo... Need to text my friend, and gotta finish it by Saturday night so on Sunday my friend can do peer-editing. Sheesh.

Okay! This is IT!!!!


and umm people,
when u read this...
can you..wish me luck?
please...?
i was kinda down and..
well i hope you can somehow mentally push me or something.
well anyway,
thanks. :)

June 09, 2010

Kau, Aku, Dia, Jarak, dan Rasa.

angan melambung saat kahitna - Mantan Terindah dan Engga Ngerti mengalun.

Kau, Aku, Dia, Jarak, dan Rasa.

"Mau apalagi kamu?" katanya sambil menatapku yang kuyup terkena hujan. Aku diam. Dengan berat dia melangkah masuk, lalu keluar membawa handuk kering. Dia memberikannya padaku, lalu melangkah masuk.

Diambang pintu dia menatapku. "Mau masuk ga?"

Aku menggeleng. "Aku minta maaf."

Wajahnya sekilas terkejut, namun dia kembali tersenyum. "Buat apa lagi?"

Aku diam. Aku cuma bisa diam. dia memberiku senyum, lalu menarikku kedalam. Dia lalu berjalan menuju dapur. Aku lalu mengacak2 rambutku dengan handuk kering itu sambil terdiam. Dia lalu muncul membawa teh hangat, lalu duduk disebelahku mengusap rambutku yang basah.

"Aku tahu kamu suka hujan, tapi kamu juga bisa sakit karena hujan," katanya lembut. Aku tertegun.

"Itu tehnya diminum."

Kata-katanya mengejutkanku. Aku mengangguk, tapi hanya dapat menunduk. Nuansa pastel ruang tamu dengan perabotan simpel itu seakan ikut melarutkanku dalam hangatnya. Larut tanpa kata.

"Aku sudah tunangan lho," katanya tiba-tiba. Aku menoleh melihatnya. Wajah itu, wajah yang dua tahun lalu pernah menyayangiku, wajah sendu namun hangat yang pernah jadi nomor satu bagiku. Wajah yang pernah menderita karenaku.

Aku tahu, aku tahu. Karena itu aku disini. Tapi kata-kata itu hanya merintih dihatiku.

"Aku mau pindah," kataku tiba-tiba.
"Oh ya? Masa mau pindah lagi?" katanya sambil mengambil handukku dan menaruhnya di keranjang cucian diseberang ruangan didekat pintu coklat. "Kemana?"

"Ba-bali...".
"Wah, bagus dong? Bentar lagi kerja kan? Punya rumah sendiri, punya penghasilan sendiri," ujarnya dari balik dapur. "Padahal baru setahun di Jakarta. Tapi kalo kamu pasti ga betah ya sama macet. Ahahahahaha..."

"Ada kerjaan yang janjiin. Lagian... Aku mau.. lanjutin ke Paris. Belajar Art."

"Wow, keren! ngeraih impian kamu ya? waaah... Bagus-bagus."

"Aku mau pamitan."

Waktu seketika itu berhenti. Bethara Kala seakan menelan masa bulat-bulat, lalu memuntahkannya kembali saat sosok itu muncul dengan wajahnya yang biasa ia tunjukkan saat aku membuatnya sedih. Namun kali ini giliran anak panah Sang Rama yang seakan menembus jantungku seiring dengan tatapan matanya.

"Kenapa pamit ke aku?"

Aku menunduk. "Aku gak tahu. Aku gak ngerti."

Ia lalu memegang bahuku, seakan mengisyaratkanku berdiri. dan aku berdiri, meski dengan wajah memaling.

Dia memegang wajahku, lalu membelai pipiku perlahan.

Dia memelukku. Erat sekali. Erat sekali.

"Ati-ati," bisiknya pelan.

Aku membalas dekap hangat itu. Lalu aku melepasnya. Aku mengangguk berpamitan tanpa kata. Namun saat tubuh basah ini melangkah, tangannya menggapai lenganku.

"Are you running away?"

Aku menoleh ke arahnya.

"I was running to you." Aku melepas genggamannya perlahan, lalu mencium tangannya. "But I know, you deserve a better life."

Dia diam. bahkan saat pintu itu tertutup, saat ragaku melangkah gontai menapaki genangan air bekas hujan yang sudah mereda.

May 30, 2010

Cinta dalam Buah-buahan

Cinta dalam Buah-Buahan

Ga semua cinta tu kaya stroberi.
Ada yang kaya jeruk,
Ada yang kaya kelapa,
Ada yang kaya durian,
Ada yang kaya biji coklat..

Ada yang bisa langsung digigit,
Ada yang harus dikupas,
Ada yang dikupasnya susah,
Ada yang nampak sulit didapat tapi dalamnya begitu nikmat,
Ada juga yang ga bisa dimakan langsung, harus diolah dulu biar nikmat..

memang ga menutup kemungkinan,
terlanjur dikupas isinya busuk,
terlanjur capek rasanya ga manis.
terlanjur dimasak malah ga jadi.

tapi ya begitulah Cinta..

pinter2nya kita memilih buahnya,
pinter2nya kita memasaknya saja.

kalo mau instan,ya buah kaleng saja.
tapi udah gak segar, banyak bahan kimianya.
:P

-May 2010. adysaurus-

May 27, 2010

sowry

due to my self-declared deadline for my thesis,
i will not post stuffs in this blog for awhile.

I've been doing the whole research and just need to revised here and there,
so it'll be over soon.

wish me luck on my thesis yaw,
i really need it. :|

a sneak peek of my thesis:
"Phonetics Analysis of  Al-Bhed Language in Role-Playing Game Final Fantasy X"

May 25, 2010

Kesempatan yang (tak) sia-sia

detak menggeliat tak terkendali saat Adrian Martadinata - Ajari Aku membahana
(lagu yang saya cantumkan adalah lagu yang didengar berulang2 saat menulis posting ini. Isi lagu ga selalu berhubungan dengan isi cerita)


Kesempatan Yang (Tak) Sia-sia

"Jadi Mas bakal biarin dia begitu saja?! Mas ikhlas?!"

Andhi hanya diam. Dengan gemas Dina menggenggam bahu Andhi erat.

"Dina... Dina rela Mas ngejar Kathy. Dina rela... Demi bahagianya Mas, Dina ikhlas..."

Mata Dina menatap tajam Andhi. Matanya cantik dan teduh, namun menyiratkan kesedihan tak terucap. Andhi menggenggam tangannya.

"Selama ini Mas terlalu baik. Mas bahagiain Bapak, Romo, Ibu, Dina... Mas selalu bikin semuanya bahagia. Asal semua bahagia, Mas bakal bahagia. Tapi...".

Suara Dina mendadak parau. "Mas ga pernah mikir kalau kadang kebahagiaan Mas Andhi itu lebih penting, Mas? Mas per-nah mikir kalo mungkin Kathy bahagia kalo Mas yang ada disebelahnya, bukan Ko Kim?"

Dina terisak didepan Andhi. "Dina sayang Mas. Tapi Dina bukan jodoh Mas. Jodoh Mas itu mbak Kathy. Kejar dia Mas."

"Din...", kata Andhi pelan. Dia lalu memeluk Dina erat. "Mas sayang ma Dina. Sumpah Mas sayang. Dari kecil, lalu perjodohan dari Romo sama Ibu... Tapi, maaf... Mas cinta Kathy."

Tubuh Dina bergetar. Dia membalas pelukan Andhi. "Susulen mbak Dina saiki, Mas.. Selak budhal," bisiknya.

Andhi mengangguk. Segera dia ambil jaket dan berlari.

Dina menatap sosok lelaki itu sembari berharap kebahagiaan pria yang dia sayangi itu akan tiba, seperti apa yang Dina bayangkan seandainya Andhi bersamanya. Dia tersenyum. Sakit, namun tetap dapat mengutas senyum lemah mengiring cintanya pergi.

***

Dibandara Andhi berlari tergesa-gesa. Dia mencari dan mencari pesawat tujuan Kanada. Dengan kalut dia mencari, bertanya, dan terus mencari. tapi dia tak menemukan apa-apa.

Sore telah menjelang. Andhi duduk didepan bandara. Lusuh, capek, dan berantakan. Orang yang telah dia sayang pergi. semuanya seakan berakhir. Berakhir.

Telepon selulernya berdering memecah hening. sebuah pesan singkat dari... Kathy?!

Nyet, ngpain lu du2k dsitu? Tlat klo lu mo nganter kpgian gw.

Andhi mengangkat kepalanya yang tertunduk. Disana, diseberang jalan, tepat didepan pintu masuk bandara, sosok manis berambut panjang berdiri dengan pakaian terusan berwarna krem nan hangat.

Kathy tersenyum sambil langkahnya menghampiri Andhi. dengan gontai andhi melangkah ke arah Kathy sambil mengetik pesan singkat.

Nyat-nyet-nyat-nyet! Ko g brangkat k Kanada? Ktany mo nkah dsana sama koko2 yg namany Kim ntu?

Kathy membaca pesan singkat itu, lalu membalasnya.

Sentimen amat ma Kim. Wkwkwkwk. Gw syg Indonesia :P. N gw g mo nnggalin ssuatu yg gw syg.

Andhi membalas.

Indonesia aja? :(

Kathy tersenyum, lalu mengetik sebuah pesan. Namun pesan itu tidak dia kirimkan. Dia menunjukkan layar telepon selulernya didepan Andhi yang ada didepannya.


G. Kamu juga. Aku g mo ninggalin km.

Andhi tersenyum, mengetik pesan, lalu menunjukkan layar teleponnya ke Kathy.

Wo ai ni. Bnr g nih? :P

"Salah, bego." kata Kathy sambil tersenyum. "Tapi Aku tresno marang sliramu." Logat jawanya berantakan.

Andhi tertawa. "Dasar sok Jawa."

"Dasar sok Cina," ejek Kathy.

Mereka saling pandang, lalu larut dalam bahagia senja itu, dengan mentari jingga yang melarut dalam langit, hangat bagai rasa yang mereka rasa.




Hanya engkau yang bisa,
hanya Engkau yang tahu,
Hanya engkau yang mengerti..
semua inginku

-adrian martadinata- 



-END- 

May 23, 2010

lampu-lampu langit senja

saat batin larut dalam buaian Monita - Sebatas Mimpi...

 Lampu-Lampu Langit Senja

Ingatkah saat bintang menari diatas kita?
saat itu kau begitu manja, dan aku begitu bahagia..

Ingatkah saat langit menyelimut kita berdua?
Saat itu pelukmu hangat, dan aku tak kenal sengsara.

Waktu merapuhkan kita, kita tak lagi bersama.
Dan kini aku masih disana.

Di sana, diatas tarian bintang dan pelukan langit senja,
aku menanti saat berjumpa.

Namun aku ragu,
apakah saat kita sudah jumpa,
Kau masih akan mengingat semuanya.


-adysaurus, Mei 2010-

May 07, 2010

arti dan makna

ini bukan masalah dia.

ini bukan masalah cinta.

ini masalah lain. Ini masalahku. Masalahku yang lama tak kunjung ketemu penyelesaiannya.

***

Malang, May 6th 2010.

badanku agak panas senja itu, tapi entah kenapa aku memutuskan untuk sedikit berdandan dan pergi dengan motorku.

Tujuannya? Entahlah. Aku tak tahu.

Diatas motorku aku berkeliling kota. Aku melihat hiruk pikuknya, macetnya, ramainya, semuanya. Aku beberapa kali mengitari lapangan alun-alun, lalu air mancur simbol kota Malang, melewati balai kota, lalu menyelusup dalam jalan sempit Kota Lama. Lalu aku berhenti sejenak di sebuah mall dan berjalan memasuki bioskopnya, menonton sebuah film yang menurutku menarik saat itu, tak lupa membeli minuman, lalu duduk dikursinya. Sendirian.

Film telah usai dan aku melangkah pergi dari bioskop, lalu dengan motorku kami beranjak pergi berkeliling lagi, terbimbing lamunan menuju ke Jalan Ijen. Disitu motor kupelankan, disitu lampu-lampu kotanya kunikmati hingga ke ujung lampu lalu lintas yang telah merah.

Lampu itu seakan mengejek keraguanku saat aku melihat jalan yang telah bersilang didepanku. Kekiri pulang, ke kanan bertualang. Aku diam.

Saat lampu hijau mulai mengisyaratkanku untuk mengambil keputusan, aku membiarkan perasaanku menghanyutkan roda motorku. Aku ke kanan. Aku kabur. Aku memilih hidup di jalan sedikit lebih lama.

Arus anganku di kota ini perlahan membuatku menepi. Aku duduk ditepi jembatan Soekarno-Hatta. Pukul 1 pagi. Aku diam dan menatap lampu-lampu jembatan. Mobil-mobil lalu lalang, meski sudah sangat lengang. Diatas motorku aku duduk dalam diam. Sendirian.

Apakah sebenarnya arti hidupku ini?
Kenapa aku merasa ada yang hilang?
Cintakah? Uangkah?
Bukan. Bukan itu. Bukan itu yang hilang.
Kenapa semuanya begitu berat padahal terasa mudah?
Dan kenapa semua begitu rumit padahal terlihat sederhana?

Kenapa? 

Kenapa? 

Aku ingin memiliki makna, aku ingin memiliki arti.. 

Aku mendengar bunyi motor mendekat. Aku menoleh. Seorang lelaki datang dengan motornya. Dia menaruh motor itu dekat denganku, kemudian dia mulai mengambil kameranya dan mulai memotret jembatan itu dari berbagai sudut. Dia nampak seperti seorang fotografer profesional, namun entahlah. Aku tidak begitu paham.

Lelaki itu lalu duduk diatas motornya sambil menyulut rokok. Dengan sopannya dia menawariku sebatang. Aku menggeleng. Kami kembali diam. Aku dengan lampu-lampu itu, dia dengan kameranya.

Lelaki itu lalu melompat dari motornya dan memanggilku. "Mas?"

Aku menoleh.

"Saya boleh ya ambil fotonya mas? Buat portofolio tugas saya."

Aku terdiam sejenak, lalu tersenyum kecil. "Silahkan mas. hehehe..".

Dia lalu segera mengambil posisinya sembari mengatakan aku tak perlu terlalu tegang, cukup bertingkah seperti apa yang tadi kulakukan. Dan aku mulai mendengar bunyi kameranya yang menangkap bayanganku dalam helai foto yang akan dia masukkan dalam portonya.

Sejenak kemudian dia menghampiriku dan berterima kasih. Aku membalasnya dengan anggukan dan senyuman pelan.

"Saya sedang dapat tugas bikin foto bertema solidity - kesendirian. Tapi fotonya harus natural dan ga dibuat-buat. Untung saya ketemu mas," ujarnya sambil mulai menyalakan rokoknya lagi. Aku terdiam.

Dia lalu pamit pergi sambil kembali mengucapkan rasa terima kasihnya. Dalam sosoknya yang menjauh aku terdiam. Dia baru saja berterima kasih padaku. Untuk apa?

Tanyaku masih belum terjawab, namun lelaki yang aku bahkan tak tahu siapa dirinya itu telah berlalu. Dia telah melanjutkan hidupnya, mungkin akan segera memasukkan gambar-gambarnya ke dalam komputer dan segera memperbaiki, lalu mencetak dan segera mengumpulkan hasil cetakannya ke dosennya. Mungkin dia akan dapat A, mungkin dia akan senang, lalu dengan mood yang bagus dia akan menjalani hari-harinya dengan lebih bermakna. Atau mungkin juga sebaliknya. Namun apapun itu, kuyakin hidupnya memiliki makna. memiliki arti.

Lalu,
Bagaimana denganku ini?
Apakah aku juga memliki makna, memiliki arti?
Apakah ada maksud dibalik keberadaanku, ataukah hanya kebetulan kosmis dalam rangkaian kejadian dalam untaian kronologi waktu dan ruang dalam semesta ini?

Angin malam menemaniku sampai langit berubah kemerahan. Sudah mulai pagi.

Aku dan motorku kembali ke peraduanku, membiarkan semuanya larut. Larut dan berharap akan sirna, minimal bersenyawa dengan partikel waktu sehingga aku tak lagi merasakannya.

Dan aku mengaku, lagi-lagi aku lari.

April 21, 2010

smile

pagi ini mendung..
well, it's my favorite weather, but i kinda felt uneasy today. Yep, today my supervisor texted me and said that he needed to meet me later at 2 pm in language lab in my campus.

jeez, finally he finished correcting my draft.

well, but i kinda felt.. nervous.

I dunno, something suddenly creeped to my heart and made it beat faster than before.
well, recalling that my friend a weeks before showed me her draft and it was full of red marks that sid this must be change to this and that will be good if this and bla-bla-bla.

I just hoped that it won't happen to me.. :(

So I prepared myself and went out at 12, and then waited (kinda foolishly) in language lab for like two hours.
Meanwhile, I just noticed that there was a thesis examination in conference room inside the lab. And it's... kinda made me nervous even more. I mean, I'll be in that room around July (if I manage to deal with this on time that is). Man..

Then my supervisor came and gave a big smile (eh?). It turned out that his smile referred to 2 things: 1. he was pleased with my draft coz he found very minor mistakes in grammars and stuffs (yaaay! XD); 2. he was quite clueless about what the main topic is and in the end only gave a smile which implicitly means: well, goodluck then. I'll help what I can. Well, of course he sugessted me to add extra sources and quotation (Sir, dun u know that artificial language article is kinda HARD to find these days...? T-T)

should I be happy or frustrated? *sigh

April 15, 2010

impian konyol yang mungkin saja terjadi

aku bermimpi..

aku bermimpi aku berkeliling Indonesia,
bukan untuk jalan-jalan,
tapi untuk bekerja.

aku bermimpi aku bekerja di posisi dimana aku harus sering berjalan keluar kota,
keluar pulau,
dan kadang sampai keluar negeri untuk pekerjaanku.

aku tidak perlu berlama-lama ditempat itu,
mungkin dua hari sudah lebih dari cukup,
namun aku tak akan melewatkan tiap sudut tempat itu dengan kameraku,
dan detilnya akan kuabadikan dengan tulisanku.

lalu aku akan berpindah lagi,
terbang entah kemana terbawa oleh pekerjaanku yang membawaku pergi,
terbang bertemu orang-orang baru,
kenalan baru,
pengalaman baru.

aku bermimpi aku akan merasa lelah dengan kegiatanku,
namun aku akan selalu bisa tersenyum.
karena  ketidak-terikatanku pada satu tempat akan semakin membahagiakanku.

dan disaat aku letih dengan perjalananku,
akan selalu ada hal menarik dalam tiap tempat singgahku yang akan menarik perhatianku.

aku bermimpi hal itu akan terjadi,
dan aku benar-benar berharap hal itu dapat terjadi.

amin.

the ressurection (for better future I hope :P)

ta daaaaa!!!

I just change my blog! now it looks more pleasant than the previous dull-look. LOL

well,
some of you may find it regular,
but for me,
my blog is kinda.. cooler now (no, i don't install air conditioner.. -_-)

the only thing I need to do is writing better posts for you all guys!
:)

okay then,
wait for my new posts!!
:)

April 13, 2010

breathe a bit easier these days

setelah menunggu selama...hmm.. 2 bulan..
akhirnya..

bab tiga selesai juga.

tadi langsung ngumpulin ke dosen,
tinggal nunggu revisi.

dapat masukan juga dari dosen lain soal validasi data.
hm..
i feel like boosted again.
:)

hope it will end soon...

:P

April 11, 2010

unbelievable

beberapa bulan ini mulai terasa sedikit dari makna kata 'kemapanan' yang selama ini kudambakan - at least from romantical point of view-.

u see, dulu aku selalu ngerasa insecure dengan hubunganku. mantan2ku adalah orang2 yang, well, banyak disukai orang lain, dan sebagian lagi memang gampang gatelan... -_-
ditambah lagi aku orangnya gampang juga terlena dengan hal2 baru, dan entah harus diangap sombong, nipu, ato pamer, tapi fansku juga banyak... ohohohohohohohohohoho

(FYI, selama ini aku SELALU long distance. tragic isn't it, for someone who admits that he needs constant affection? Dari 20 mantan, yang pernah sekota ma pacar itu cuma lima (cuma?!), sisanya tersebar dari Aussie, Bali, Surabaya, Jakarta, Bandung, Kalimantan.)
Dari situ rasa ga aman tercipta. Aku jadi takut untuk dikhianati atau mengkhianati, sehingga akhirnya aku lebih sering 'mengakhiri' hubungan tanpa alasan yang jelas -i mean, daripada diputus mending mutus kan?-

namun sejak Januari lalu aku ketemu dia. Dia sedikit beda dari yang lain. Orangnya tidak begitu populer dan tidak begitu suka mempopulerkan diri (baca: narsis), dan sejauh ini kami bisa saling setia. Meski LD lagi (Malang-Jakarta, lalu Malang-Bali), hubungan kami selama tiga bulanan ini baik-baik saja, cuma tengkar sekali, sering diskusi, sering ngobrol via telpon, dan pernah ketemuan sekali selama dua mingguan.

Jujur ya,
kadang jadi sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Bener ga sih kalo ternyata rasa aman dalam berhubungan itu ada? Selama ini aku selalu berpikir kalau selama belum menikah, pacar masih bisa lepas dari tangan (udah nikah aja masih bisa lepas.. -_-). Dan lucunya saat ini aku sudah menemukan rasa itu padanya.

Yah,
semoga saja langgeng..
:)

April 07, 2010

Something I Suddenly Think Of

well,
it's taken from my previous status on Facebook.

"I'm not actually a loner. Somehow I'm so happy when they call or invite me to parties and stuffs, or simply send me silly messages. But I seldom come, I rarely reply.

I'm scared of being too close to them, coz when you got too close and get used to see them around and someday they're gone, you'll feel more pain loosing them.

Or maybe I AM a loner. I dunno. :P"


what do you think?

March 31, 2010

First Love

First Love
by: adysaurus
(listen to adhitia sofyan - memilihmu)

semua orang pasti pernah memiliki perasaan ini,
rasa dimana mendadak seluruh hidupmu jadi terisi dengan sesosok yang selalu kau ingat,
sosok yang kadang selalu mencuri perhatianmu saat jam istirahat tiba,
sosok yang membuatmu bersemangat berangkat ke sekolah,
sosok yang memberikan semangat dalam keseharianmu..

Aku merasakan hal itu sejak SMP. ahahahaha, konyol pastinya. Waktu itu aku kelas dua SMP, dan dia baru kelas satu. aku cuma berani melihat dia latihan drum band saat aku latihan teater. dan aku tidak pernah berani menyapanya sehingga aku tak pernah tahu namanya. Belakangan temanku memberitahukanku namanya, dan nama itu jadi nama pertama yang tiap aku menyebutnya aku jadi salah tingkah.

Saat aku SMA aku sering main ke SMPku dan menyempatkan melihatnya latihan drum band. Kadang tak tega melihatnya kepanasan, tapi aku tak ada keberanian. Aku hanya bisa melihatnya.

Ketika aku kelas dua SMA aku iseng melihat daftar siswa yang diterima di SMAku, berharap namanya muncul. Dan dia tidak muncul.

Namun setelah berjalan satu semester aku terkejut. aku melihatnya makan di kantin SMAku dengan seragam SMAku sambil tertawa riang dengan teman-temannya. Ternyata dia pindah ke SMA ini setelah satu semester. Dan disaat itulah aku berani berkenalan dengannya.

Bahkan pelukis terhebatpun takkan bisa menggambarkan perasaanku saat itu. Semangatku dalam belajar kembali lagi. Hari-hariku kembali indah. Dia sering menungguku keluar dari kelas saat istirahat tiba. Kami saling ngobrol. Dan lebih hebatnya lagi rupanya dia tergabung dalam kegiatan yang sama denganku disekolah. Kami makin dekat, tapi aku masih memilih diam. Bahkan saat aku telah punya pacarpun aku masih sering membayangkan dia.

Kedekatan kami berakhir saat aku lulus SMA. Aku pindah kota dan kami hilang kontak. Lama kami tak bicara. Lama sekali.

Sampai suatu ketika aku iseng mengetik namanya via situs jejaring pertemanan dan menemukannya. Aku iseng membuka profilnya, dan muncullah dia.

Dia tak banyak berubah. Sedikit kurusan mungkin, namun jadi lebih dewasa. Dan tentu saja, masih manis dan menarik. Dan kedua matanya yang lugu yang terbingkai manis dalam foto itu. Damn those puppy eyes! Dan kenyataannya sungguh ironis: Dia ternyata kuliah disatu kota denganku, dikampus yang sangat dekat dengan tempat kosku dulu.

Aku menutup profil itu dan mematikan komputerku. Tubuhku perlahan melemas dalam angan diatas tempat tidur. semua mimpi, harapan, keinginan, semua kembali menyelimuti hatiku. Aku ingin ketemu, ingin menyapa, ingin memeluk. Ingin segalanya. Segala yang dulunya tak mungkin jadi nampak mungkin. Ketakutanku mendadak jadi keberanianku. Aku ingin.. Aku ingin..

Namun mendadak sesuatu seakan menamparku.

Dengan lemah aku meraih dompetku yang kutaruh dimeja, membukanya, dan mengambil foto kekasihku sekarang. Dia sedang kerja diluar jawa, dan aku sebentar lagi akan menyelesaikan kuliah, kerja, dan mengumpulkan uang untuk meminangnya. Bayangan cinta pertamaku mendadak muncul sekilas.

Aku tersenyum.



Mungkin memang kamu yang pertama kali bersamaku waktu hujan saat itu.

Mungkin memang kamu yang pertama kali menemaniku dilapangan basket waktu itu.

Mungkin memang kamu yang pertama kali dijodohkan denganku oleh teman-temanku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali selalu menyita perhatianku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali ketiduran dipangkuanku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali mendapatkan hatiku.
Mungkin memang kamu yang pertama kali menjadi cintaku..


"Tapi kamu bukan yang terakhir."



Aku mengambil handphoneku dan mengirimkan pesan singkat pada kekasihku.

Kangen kamu.


Sent.

March 29, 2010

a plastic cup of coffe this cloudy morning

akhirnya..
nulis cerpen juga..
ohohohoho...
enjoy!


a plastic cup of coffe this cloudy morning
by: adysaurus
(appropriate backsound: adhitia sofyan - blue sky collapse)

Sheila duduk dikursi besi bercat putih di teras rumahnya. segelas kopi hangat dalam gelas plastik menyebarkan aroma manis dan klasik di pagi nan mendung itu. Angin sejuk membelai rambut panjangnya, namun entah kenapa matanya masih menatap jauh, jauh ke langit mendung.

Tanpa ia sadari seseorang telah berdiri didepan halaman rumahnya. Lelaki tinggi bermantel hitam panjang itu memberikan senyuman pada Sheila yang kemudian menyadari kehadirannya. Lelaki itu mengangkat tangan kanannya, lalu membuka pagar rumah dan berjalan masuk.

Laki-laki itu duduk didepan Sheila. sheila hanya diam menatap sosok itu.

"Buatku?" kata lelaki itu. Dia menatap segelas kopi yang mulai mendingin di depannya. Sheila mengangguk pelan. Lelaki itu tersenyum dan mulai merasakan kopi itu.

"Kamu... Kamu siapa?" tanya sheila perlahan. Lelaki itu menatap Sheila sembari menaruh gelas plastik yang setengah kosong kembali ketempatnya. Dia cuma tersenyum. Ia lalu mengambil sesuatu dalam mantel hitamnya. Sebuah surat.

"Aku datang untuk menyerahkan ini."

Sheila menerima surat itu, lalu membaca bagian depan amplop itu.

buat Sheila

Ia lalu membalik amplop itu.

Bayu

Sheila tersenyum. Dari Bayu! dengan rasa gembira dan gugup dia memegang erat amplop itu. Lelaki didepannya hanya tersenyum melihat tingkah Sheila. Dia lalu berdiri.

"Tugasku sudah selesai," katanya sambil melangkah pergi.

"Tunggu!" kata Sheila. "Kamu siapa?"

Lelaki itu terdiam sejenak. Dengan santai dia menoleh ke arah Sheila sambil memakai topi softballnya.

"I'm a postman."

Dia lalu berjalan menuju pagar rumah Sheila. Sheila mencoba mengikutinya, namun belum sempat Sheila menggapai lengan lelaki itu, dia telah menghilang diiringi dedaunan kering dari pohon didepan rumah Sheila yang berguguran.

Sheila menatap sehelai daun yang jatuh diatas telapak tangannya, lalu memalingkan matanya ke angkasa. Kelabu itu hilang. Cerah perlahan mengisi.

"Terimakasih," kata Sheila dalam senyumnya.

Kopi itu telah dingin. Tapi kini ada yang lain yang bisa menghangatkannya.

March 12, 2010

Antara idealisme, deadline, dan kemampuan

so let's see here...
aku mulai ngerjain skripsi tanggal satu Maret,
sidang skripsi terakhir tanggal 14 MEI.
yup, not more than two months.
temen-temen bilang mereka mau ambil semester pendek buat nyelesein thesis.
tapi aku, dengan idealisme dan sifat perfeksionisku berkata NO WAY,
i will finish this on MAY!

and my words back then strucked me so hard now.

Dengan topik yang cukup berat,
Bab satu baru kukumpulin tanggal 9 Maret, belum juga dikoreksi dosennya.
Bab dua dan tiga sudah ada konsep, tapi sangat kurang teori.
bab empat? sudah ngumpulin bahan mpe 90 persenan,
tapi tetap aja masih deg-degan.

hmm,
makes me wonder..
emang seperti inikah rasanya skripsi?
deg-degan,
pusing,
capek,
takut..

pencapaian tiga setengah tahun dipertaruhkan dalam sejilid naskah berisi penelitian buatan kita sendiri.

bahkan aku sudah mengurangi waktu main2,
no pool,
no clubbing,
no dating - well maybe just a lil.. :P
tapi semua masih kerasa keteteran.

kata temen-temen sih wajar,
melihat sifatku yang melankolis perfeksionis,
tentu saja wajar bagiku untuk ga bisa ga mikir hal ini dalam-dalam.

it's just that,
sometimes i envy those people who can easily enjoy their moments while doing thesis.
bahkan ada temen yang dengan santainya memutuskan perpanjangan skripsi karena semester ini belum selese - sedangkan aku saat itu buru-buru ngejar dosen buat nyerahin proposal skripsiku.

Semua orang selalu bilang aku bisa,
mereka percaya orang kaya aku bisa nyelesein semua dalam waktu dua bulan..
tapi..
if words can be true that easily..

*sigh

Tuhan..
kuatkan aku..
T-T

gomen nasaaaai!!!

untuk semua teman-teman facebook lamaku yang sedikit terkejut (dan berpikir yang tidak-tidak) tentang hilangnya akun facebookku dari friendlist kalian,
WORRY NOT!

my facebook account is being temporary (for permanently T-T) disabled by administrator.
i dunno why..
maybe because i swear too much on it..
and stop thinking i'm rude to u guys,
i don't have that time to remove you one-by-one from my facebook y'know?

so anyone who happens to read this blog,
please add my second account in adysaurus@gmail.com

for those who originally not from my first account,
u can also add that address,
that doesn't matter, i pick the one i consider qualified to be my friend though. :P

so,
feel free to abuse that add as friend button!

P.S.:
wish me luck on my thesis okay.
:P

March 02, 2010

lama tidak update

hai blog,
bagaimana kabarmu mengarungi samudra elektrik?
rindukah kau padaku,
atau lupakah aku padamu?
atau mungkin kita sama-sama tak mengenal,
karena kau sibuk dengan sendirimu,
dan aku sibuk melupakanmu.
,,


hehehe...
maaf lama tidak posting.
i believe nobody is reading this though.

niwei,
skripsi membuat saya sangat kebingungan,
jadinya ya sekarang jarang update apapun.

so untuk kali ini tidak ada posting apa-apa,
hanya mengecek akun ini masih ada atau tidak.

:)