Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

March 29, 2010

a plastic cup of coffe this cloudy morning

akhirnya..
nulis cerpen juga..
ohohohoho...
enjoy!


a plastic cup of coffe this cloudy morning
by: adysaurus
(appropriate backsound: adhitia sofyan - blue sky collapse)

Sheila duduk dikursi besi bercat putih di teras rumahnya. segelas kopi hangat dalam gelas plastik menyebarkan aroma manis dan klasik di pagi nan mendung itu. Angin sejuk membelai rambut panjangnya, namun entah kenapa matanya masih menatap jauh, jauh ke langit mendung.

Tanpa ia sadari seseorang telah berdiri didepan halaman rumahnya. Lelaki tinggi bermantel hitam panjang itu memberikan senyuman pada Sheila yang kemudian menyadari kehadirannya. Lelaki itu mengangkat tangan kanannya, lalu membuka pagar rumah dan berjalan masuk.

Laki-laki itu duduk didepan Sheila. sheila hanya diam menatap sosok itu.

"Buatku?" kata lelaki itu. Dia menatap segelas kopi yang mulai mendingin di depannya. Sheila mengangguk pelan. Lelaki itu tersenyum dan mulai merasakan kopi itu.

"Kamu... Kamu siapa?" tanya sheila perlahan. Lelaki itu menatap Sheila sembari menaruh gelas plastik yang setengah kosong kembali ketempatnya. Dia cuma tersenyum. Ia lalu mengambil sesuatu dalam mantel hitamnya. Sebuah surat.

"Aku datang untuk menyerahkan ini."

Sheila menerima surat itu, lalu membaca bagian depan amplop itu.

buat Sheila

Ia lalu membalik amplop itu.

Bayu

Sheila tersenyum. Dari Bayu! dengan rasa gembira dan gugup dia memegang erat amplop itu. Lelaki didepannya hanya tersenyum melihat tingkah Sheila. Dia lalu berdiri.

"Tugasku sudah selesai," katanya sambil melangkah pergi.

"Tunggu!" kata Sheila. "Kamu siapa?"

Lelaki itu terdiam sejenak. Dengan santai dia menoleh ke arah Sheila sambil memakai topi softballnya.

"I'm a postman."

Dia lalu berjalan menuju pagar rumah Sheila. Sheila mencoba mengikutinya, namun belum sempat Sheila menggapai lengan lelaki itu, dia telah menghilang diiringi dedaunan kering dari pohon didepan rumah Sheila yang berguguran.

Sheila menatap sehelai daun yang jatuh diatas telapak tangannya, lalu memalingkan matanya ke angkasa. Kelabu itu hilang. Cerah perlahan mengisi.

"Terimakasih," kata Sheila dalam senyumnya.

Kopi itu telah dingin. Tapi kini ada yang lain yang bisa menghangatkannya.

2 comments:

  1. En The kamsud issss??? (Mikoto Harukaze)

    ReplyDelete
  2. -_-

    it's absurd...

    actually a part of story,
    tapi aku cuplik dikit aja

    ReplyDelete