Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

May 25, 2010

Kesempatan yang (tak) sia-sia

detak menggeliat tak terkendali saat Adrian Martadinata - Ajari Aku membahana
(lagu yang saya cantumkan adalah lagu yang didengar berulang2 saat menulis posting ini. Isi lagu ga selalu berhubungan dengan isi cerita)


Kesempatan Yang (Tak) Sia-sia

"Jadi Mas bakal biarin dia begitu saja?! Mas ikhlas?!"

Andhi hanya diam. Dengan gemas Dina menggenggam bahu Andhi erat.

"Dina... Dina rela Mas ngejar Kathy. Dina rela... Demi bahagianya Mas, Dina ikhlas..."

Mata Dina menatap tajam Andhi. Matanya cantik dan teduh, namun menyiratkan kesedihan tak terucap. Andhi menggenggam tangannya.

"Selama ini Mas terlalu baik. Mas bahagiain Bapak, Romo, Ibu, Dina... Mas selalu bikin semuanya bahagia. Asal semua bahagia, Mas bakal bahagia. Tapi...".

Suara Dina mendadak parau. "Mas ga pernah mikir kalau kadang kebahagiaan Mas Andhi itu lebih penting, Mas? Mas per-nah mikir kalo mungkin Kathy bahagia kalo Mas yang ada disebelahnya, bukan Ko Kim?"

Dina terisak didepan Andhi. "Dina sayang Mas. Tapi Dina bukan jodoh Mas. Jodoh Mas itu mbak Kathy. Kejar dia Mas."

"Din...", kata Andhi pelan. Dia lalu memeluk Dina erat. "Mas sayang ma Dina. Sumpah Mas sayang. Dari kecil, lalu perjodohan dari Romo sama Ibu... Tapi, maaf... Mas cinta Kathy."

Tubuh Dina bergetar. Dia membalas pelukan Andhi. "Susulen mbak Dina saiki, Mas.. Selak budhal," bisiknya.

Andhi mengangguk. Segera dia ambil jaket dan berlari.

Dina menatap sosok lelaki itu sembari berharap kebahagiaan pria yang dia sayangi itu akan tiba, seperti apa yang Dina bayangkan seandainya Andhi bersamanya. Dia tersenyum. Sakit, namun tetap dapat mengutas senyum lemah mengiring cintanya pergi.

***

Dibandara Andhi berlari tergesa-gesa. Dia mencari dan mencari pesawat tujuan Kanada. Dengan kalut dia mencari, bertanya, dan terus mencari. tapi dia tak menemukan apa-apa.

Sore telah menjelang. Andhi duduk didepan bandara. Lusuh, capek, dan berantakan. Orang yang telah dia sayang pergi. semuanya seakan berakhir. Berakhir.

Telepon selulernya berdering memecah hening. sebuah pesan singkat dari... Kathy?!

Nyet, ngpain lu du2k dsitu? Tlat klo lu mo nganter kpgian gw.

Andhi mengangkat kepalanya yang tertunduk. Disana, diseberang jalan, tepat didepan pintu masuk bandara, sosok manis berambut panjang berdiri dengan pakaian terusan berwarna krem nan hangat.

Kathy tersenyum sambil langkahnya menghampiri Andhi. dengan gontai andhi melangkah ke arah Kathy sambil mengetik pesan singkat.

Nyat-nyet-nyat-nyet! Ko g brangkat k Kanada? Ktany mo nkah dsana sama koko2 yg namany Kim ntu?

Kathy membaca pesan singkat itu, lalu membalasnya.

Sentimen amat ma Kim. Wkwkwkwk. Gw syg Indonesia :P. N gw g mo nnggalin ssuatu yg gw syg.

Andhi membalas.

Indonesia aja? :(

Kathy tersenyum, lalu mengetik sebuah pesan. Namun pesan itu tidak dia kirimkan. Dia menunjukkan layar telepon selulernya didepan Andhi yang ada didepannya.


G. Kamu juga. Aku g mo ninggalin km.

Andhi tersenyum, mengetik pesan, lalu menunjukkan layar teleponnya ke Kathy.

Wo ai ni. Bnr g nih? :P

"Salah, bego." kata Kathy sambil tersenyum. "Tapi Aku tresno marang sliramu." Logat jawanya berantakan.

Andhi tertawa. "Dasar sok Jawa."

"Dasar sok Cina," ejek Kathy.

Mereka saling pandang, lalu larut dalam bahagia senja itu, dengan mentari jingga yang melarut dalam langit, hangat bagai rasa yang mereka rasa.




Hanya engkau yang bisa,
hanya Engkau yang tahu,
Hanya engkau yang mengerti..
semua inginku

-adrian martadinata- 



-END- 

1 comment: