Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

July 25, 2010

4 tahun

4 tahun. Banyak yang telah terjadi. Sosok pemuda kecil belasan tahun dari kampung ini, dengan bekal kepolosan dan ilmu yang menurutnya cukup untuk menaklukkan dunia, dengan semangat tanpa menyerah untuk membahagiakan semua orang disekitarnya, dengan semua itu dia mencoba mencari makna. Makna yang dikaruniakan orang tuanya dalam namanya, makna yang diberikan Tuhan dalam hidupnya.

4 tahun. Pemuda belasan tahun itu telah belajar banyak. Dia belajar untuk lebih dewasa, lebih memahami kebaradaan orang lain selain dia, belajar untuk mempertahankan dirinya, belajar mengatasi luka yang diterimanya dari dunia, serta belajar mengobati luka yang lain saat mereka membutuhkannya.

4 tahun. Pemuda itu sudah berkalang noda. Bercak-noda-legam-parut-luka. Semua adalah bukti dia mulai bisa bertahan dalam dunia. Semua adalah makna yang mengukir dalam dirinya. Makna bahwa perjuangannya masih panjang, masih ada yang bisa dilakukannya.

4 tahun. Harapan yang hilang dan muncul kembali. Berbagai rintang yang sudah teratasi. Manusia-manusia yang datang dan pergi. Dan datang lagi. Atau tak pernah kembali. Semua mengajarinya untuk mandiri, berdiri sendiri, meski masih tertatih.

4 tahun. Pemuda itu mendewasa. Umurnya sudah dua dua. Kata mama sudah saatnya mencari calon buatnya. Pemuda itu tersenyum saja. Masih panjang yang dicarinya. Harta, kerja, surga, semua belum pasti diraihnya. Nanti saja, kata dia.

4 tahun. Mungkin kacamata minus ini yang merubah cara pandangnya. Mungkin dunia yang terus berubah yang ikut mengispirasinya. Atau mungkin karena dia sudah mulai memahami maknanya. Mungkin... Mungkin karena dia sudah dua dua.

4 tahun. Dan dia mencoba tidak cengeng seperti dulu, saat kawannya mencecar tangisnya, saat dia hanya duduk dipojok melihat mereka bermain tanpanya, dan tumbuh dewasa dengan terbiasa disana, di sudut tempat favoritnya.

4 tahun. Selama itu dia sudah mencari makna. Dan dia kini tahu, makna apa yang terukit dalam jiwanya.

4 tahun. Pemuda itu aku.

No comments:

Post a Comment