Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

March 31, 2010

First Love

First Love
by: adysaurus
(listen to adhitia sofyan - memilihmu)

semua orang pasti pernah memiliki perasaan ini,
rasa dimana mendadak seluruh hidupmu jadi terisi dengan sesosok yang selalu kau ingat,
sosok yang kadang selalu mencuri perhatianmu saat jam istirahat tiba,
sosok yang membuatmu bersemangat berangkat ke sekolah,
sosok yang memberikan semangat dalam keseharianmu..

Aku merasakan hal itu sejak SMP. ahahahaha, konyol pastinya. Waktu itu aku kelas dua SMP, dan dia baru kelas satu. aku cuma berani melihat dia latihan drum band saat aku latihan teater. dan aku tidak pernah berani menyapanya sehingga aku tak pernah tahu namanya. Belakangan temanku memberitahukanku namanya, dan nama itu jadi nama pertama yang tiap aku menyebutnya aku jadi salah tingkah.

Saat aku SMA aku sering main ke SMPku dan menyempatkan melihatnya latihan drum band. Kadang tak tega melihatnya kepanasan, tapi aku tak ada keberanian. Aku hanya bisa melihatnya.

Ketika aku kelas dua SMA aku iseng melihat daftar siswa yang diterima di SMAku, berharap namanya muncul. Dan dia tidak muncul.

Namun setelah berjalan satu semester aku terkejut. aku melihatnya makan di kantin SMAku dengan seragam SMAku sambil tertawa riang dengan teman-temannya. Ternyata dia pindah ke SMA ini setelah satu semester. Dan disaat itulah aku berani berkenalan dengannya.

Bahkan pelukis terhebatpun takkan bisa menggambarkan perasaanku saat itu. Semangatku dalam belajar kembali lagi. Hari-hariku kembali indah. Dia sering menungguku keluar dari kelas saat istirahat tiba. Kami saling ngobrol. Dan lebih hebatnya lagi rupanya dia tergabung dalam kegiatan yang sama denganku disekolah. Kami makin dekat, tapi aku masih memilih diam. Bahkan saat aku telah punya pacarpun aku masih sering membayangkan dia.

Kedekatan kami berakhir saat aku lulus SMA. Aku pindah kota dan kami hilang kontak. Lama kami tak bicara. Lama sekali.

Sampai suatu ketika aku iseng mengetik namanya via situs jejaring pertemanan dan menemukannya. Aku iseng membuka profilnya, dan muncullah dia.

Dia tak banyak berubah. Sedikit kurusan mungkin, namun jadi lebih dewasa. Dan tentu saja, masih manis dan menarik. Dan kedua matanya yang lugu yang terbingkai manis dalam foto itu. Damn those puppy eyes! Dan kenyataannya sungguh ironis: Dia ternyata kuliah disatu kota denganku, dikampus yang sangat dekat dengan tempat kosku dulu.

Aku menutup profil itu dan mematikan komputerku. Tubuhku perlahan melemas dalam angan diatas tempat tidur. semua mimpi, harapan, keinginan, semua kembali menyelimuti hatiku. Aku ingin ketemu, ingin menyapa, ingin memeluk. Ingin segalanya. Segala yang dulunya tak mungkin jadi nampak mungkin. Ketakutanku mendadak jadi keberanianku. Aku ingin.. Aku ingin..

Namun mendadak sesuatu seakan menamparku.

Dengan lemah aku meraih dompetku yang kutaruh dimeja, membukanya, dan mengambil foto kekasihku sekarang. Dia sedang kerja diluar jawa, dan aku sebentar lagi akan menyelesaikan kuliah, kerja, dan mengumpulkan uang untuk meminangnya. Bayangan cinta pertamaku mendadak muncul sekilas.

Aku tersenyum.



Mungkin memang kamu yang pertama kali bersamaku waktu hujan saat itu.

Mungkin memang kamu yang pertama kali menemaniku dilapangan basket waktu itu.

Mungkin memang kamu yang pertama kali dijodohkan denganku oleh teman-temanku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali selalu menyita perhatianku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali ketiduran dipangkuanku.

Mungkin memang kamu yang pertama kali mendapatkan hatiku.
Mungkin memang kamu yang pertama kali menjadi cintaku..


"Tapi kamu bukan yang terakhir."



Aku mengambil handphoneku dan mengirimkan pesan singkat pada kekasihku.

Kangen kamu.


Sent.

March 29, 2010

a plastic cup of coffe this cloudy morning

akhirnya..
nulis cerpen juga..
ohohohoho...
enjoy!


a plastic cup of coffe this cloudy morning
by: adysaurus
(appropriate backsound: adhitia sofyan - blue sky collapse)

Sheila duduk dikursi besi bercat putih di teras rumahnya. segelas kopi hangat dalam gelas plastik menyebarkan aroma manis dan klasik di pagi nan mendung itu. Angin sejuk membelai rambut panjangnya, namun entah kenapa matanya masih menatap jauh, jauh ke langit mendung.

Tanpa ia sadari seseorang telah berdiri didepan halaman rumahnya. Lelaki tinggi bermantel hitam panjang itu memberikan senyuman pada Sheila yang kemudian menyadari kehadirannya. Lelaki itu mengangkat tangan kanannya, lalu membuka pagar rumah dan berjalan masuk.

Laki-laki itu duduk didepan Sheila. sheila hanya diam menatap sosok itu.

"Buatku?" kata lelaki itu. Dia menatap segelas kopi yang mulai mendingin di depannya. Sheila mengangguk pelan. Lelaki itu tersenyum dan mulai merasakan kopi itu.

"Kamu... Kamu siapa?" tanya sheila perlahan. Lelaki itu menatap Sheila sembari menaruh gelas plastik yang setengah kosong kembali ketempatnya. Dia cuma tersenyum. Ia lalu mengambil sesuatu dalam mantel hitamnya. Sebuah surat.

"Aku datang untuk menyerahkan ini."

Sheila menerima surat itu, lalu membaca bagian depan amplop itu.

buat Sheila

Ia lalu membalik amplop itu.

Bayu

Sheila tersenyum. Dari Bayu! dengan rasa gembira dan gugup dia memegang erat amplop itu. Lelaki didepannya hanya tersenyum melihat tingkah Sheila. Dia lalu berdiri.

"Tugasku sudah selesai," katanya sambil melangkah pergi.

"Tunggu!" kata Sheila. "Kamu siapa?"

Lelaki itu terdiam sejenak. Dengan santai dia menoleh ke arah Sheila sambil memakai topi softballnya.

"I'm a postman."

Dia lalu berjalan menuju pagar rumah Sheila. Sheila mencoba mengikutinya, namun belum sempat Sheila menggapai lengan lelaki itu, dia telah menghilang diiringi dedaunan kering dari pohon didepan rumah Sheila yang berguguran.

Sheila menatap sehelai daun yang jatuh diatas telapak tangannya, lalu memalingkan matanya ke angkasa. Kelabu itu hilang. Cerah perlahan mengisi.

"Terimakasih," kata Sheila dalam senyumnya.

Kopi itu telah dingin. Tapi kini ada yang lain yang bisa menghangatkannya.

March 12, 2010

Antara idealisme, deadline, dan kemampuan

so let's see here...
aku mulai ngerjain skripsi tanggal satu Maret,
sidang skripsi terakhir tanggal 14 MEI.
yup, not more than two months.
temen-temen bilang mereka mau ambil semester pendek buat nyelesein thesis.
tapi aku, dengan idealisme dan sifat perfeksionisku berkata NO WAY,
i will finish this on MAY!

and my words back then strucked me so hard now.

Dengan topik yang cukup berat,
Bab satu baru kukumpulin tanggal 9 Maret, belum juga dikoreksi dosennya.
Bab dua dan tiga sudah ada konsep, tapi sangat kurang teori.
bab empat? sudah ngumpulin bahan mpe 90 persenan,
tapi tetap aja masih deg-degan.

hmm,
makes me wonder..
emang seperti inikah rasanya skripsi?
deg-degan,
pusing,
capek,
takut..

pencapaian tiga setengah tahun dipertaruhkan dalam sejilid naskah berisi penelitian buatan kita sendiri.

bahkan aku sudah mengurangi waktu main2,
no pool,
no clubbing,
no dating - well maybe just a lil.. :P
tapi semua masih kerasa keteteran.

kata temen-temen sih wajar,
melihat sifatku yang melankolis perfeksionis,
tentu saja wajar bagiku untuk ga bisa ga mikir hal ini dalam-dalam.

it's just that,
sometimes i envy those people who can easily enjoy their moments while doing thesis.
bahkan ada temen yang dengan santainya memutuskan perpanjangan skripsi karena semester ini belum selese - sedangkan aku saat itu buru-buru ngejar dosen buat nyerahin proposal skripsiku.

Semua orang selalu bilang aku bisa,
mereka percaya orang kaya aku bisa nyelesein semua dalam waktu dua bulan..
tapi..
if words can be true that easily..

*sigh

Tuhan..
kuatkan aku..
T-T

gomen nasaaaai!!!

untuk semua teman-teman facebook lamaku yang sedikit terkejut (dan berpikir yang tidak-tidak) tentang hilangnya akun facebookku dari friendlist kalian,
WORRY NOT!

my facebook account is being temporary (for permanently T-T) disabled by administrator.
i dunno why..
maybe because i swear too much on it..
and stop thinking i'm rude to u guys,
i don't have that time to remove you one-by-one from my facebook y'know?

so anyone who happens to read this blog,
please add my second account in adysaurus@gmail.com

for those who originally not from my first account,
u can also add that address,
that doesn't matter, i pick the one i consider qualified to be my friend though. :P

so,
feel free to abuse that add as friend button!

P.S.:
wish me luck on my thesis okay.
:P

March 02, 2010

lama tidak update

hai blog,
bagaimana kabarmu mengarungi samudra elektrik?
rindukah kau padaku,
atau lupakah aku padamu?
atau mungkin kita sama-sama tak mengenal,
karena kau sibuk dengan sendirimu,
dan aku sibuk melupakanmu.
,,


hehehe...
maaf lama tidak posting.
i believe nobody is reading this though.

niwei,
skripsi membuat saya sangat kebingungan,
jadinya ya sekarang jarang update apapun.

so untuk kali ini tidak ada posting apa-apa,
hanya mengecek akun ini masih ada atau tidak.

:)