Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

January 29, 2011

Mimpi

Mimpi

Manusia memiliki mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Dan ada pula yang diam, dan menyimpannya sepanjang hidupnya.. - (Alya, Cinta Pertama, 2006)

Mimpi. sebuah hal yang setiap manusia pasti pernah, sedang, atau akan memilikinya. Mimpi disini bukan sekedar penghias lelap saja, namun sebuah angan, sebuah cita-cita, sebuah harapan. Mimpi itu bisa jadi sebuah tujuan hidup, bisa juga menjadi gurauan sambil minum kopi. .

Umurku dua puluh dua tahun. Aku baru lulus kuliah. Sekarang aku sedang mencari pekerjaan tetap sambil tetap mengerjakan beberapa hal sampingan. Aku tak muluk-muluk dalam bekerja, asal gajinya pas, dan aku paham apa yang kukerjakan. Bagiku bertahan hidup itu prioritas, apalagi aku bukan orang kaya. Aku cuma ingin hidup mapan, punya rumah sendiri, pekerjaan tetap, lalu seorang pendamping hidup.

Sebuah mimpi generik, tentu saja. Semua rang menginginkannya. Namun, kadang aku berpikir. Apa yang sebenarnya kudambakan? Apa yang sebenarnya kuinginkan?

Dulu waktu aku masih SD, aku punya sebuah Atlas, kumpulan peta negara-negara di dunia untuk pelajaran IPSku. Aku sayang sekali dengan Atlas itu, selain karena mahal, gambarnya bagus-bagus. Dan buku itu selalu kubawa, kapanpun aku sekolah, entah ada pelajaran IPS atau tidak. Aku bangga memiliki buku itu, seakan dunia ada di genggamanku.

Dari atlas itu aku tahu benua Amerika, aku tahu Samudra Pasifik, aku tahu Jepang, aku aku tahu Eropa, aku tahu seluruh penjuru dunia. Dari Atlas itu kampung kecil yang membatasi fisikku seakan tak lagi berarti. Dari Atlas itu aku tahu banyak hal. Dan disitu aku menuliskan mimpi-mimpiku.

Dua belas tahun berlalu. Aku menemukan buku itu dalam lemari di kamarku, bercampur dengan seragam sekolah dan berbagai barang masa kecilku. Aku iseng membukanya. Banyak sekali coretan-coretan, gambar-gambar. Masa kecilku seakan terurai kembali menjadi kilasan-kilasan nyata.

Dan aku sempat terkejut saat halaman demi halaman itu kubuka. Peta Amerika Serikatku penuh coretan. Jepang juga. Eropapun sama. Di beberapa kota ada tanda lingkaran dan garis yang menghubungkan dengan keterangan di sudut bawah gambar:

New York - Patung Liberty
Tokyo - Tokyo Tower
Paris - Eiffel
Mekkah - Kabbah
Kanada - Niagara
Inggris - Stonehenge
RRC - Tembok Cina
...

Dan tiba-tiba aku teringat masa-masa itu: Suatu ketika, entah hari apa dan jam berapa, aku yangs edang duduk di bangku paling belakang kelasku pernah bermimpi ingin keliling dunia. Guru IPSku bilang di luar sana banyak sekali benda-benda bersejarah yang patut dikunjungi, dan satu demi satu tempat itu aku lingkari di Atlasku. Saat aku melihat film-filmpun tak lupa aku menandainya. Hal itu terus terjadi sampai aku SMA, saat kenyataan dan keuangan mulai membuatku putus asa. Dan mimpi itu ikut terbawa di Atlas yang akhirnya tak kupakai lagi karena keterangan didalamnya sudah kedaluarsa.

Ya, ternyata selain keinginan untuk mapan itu, dulu.. dulu sekali, waktu aku masih tak tahu apa-apa, waktu dunia masih begitu indah dan sempurna, aku pernah memiliki mimpi... mimpi untuk menjejakkan kakiku ke setiap tempat di dunia ini, lalu menulisnya, lalu pamer ke teman-temanku yang suka mengejekku dan sombong karena kekayaan mereka.

Tanganku gemetar. Perasaan saat membayangkan mimpi itu seperti kembali. Mataku berkaca-kaca.

......................................................................

Apa kalian pernah punya mimpi?

Lalu...

Apa kalian semua sudah berhasil menggapainya?

2 comments:

  1. Aku sedang di tengah tangga panjang dalam menggapainya. I know you too.
    Ben. :P

    ReplyDelete