Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

September 13, 2011

Memaafkan Dia, Dan Dirimu Sendiri

"Masalahnya aku ga bisa! Tahu sendiri aku bakal pindah tahun depan, gimana mau menjalin hubungan coba?! Aku cuma pengen bahagia, bahagia yang benar-benar bahagia! Ga cuma hubungan singkat yang hanya akan menambah daftar sakit dan mantan!"

Hening lalu menyergapi kami. Aku duduk diam dalam kegalauan yang menjadi, kawanku dengan tenang menikmati segelas tehnya. Ia lalu fokus melihat kartu-kartu di depannya.

Pertemuanku dengan sosok itu menghancurkan semua benteng berbahan dasar logika dan pikiran yang kubangun. Sosok yang awalnya hanya menjadi "obat mata" di kala kejenuhan hiruk pikuk konsultasi tarot komunitasku yang mendadak mengalir sedikit lebih jauh, dan membawa sepucuk harap akan cinta. Ya, Cinta. The most common lies ever.

Temanku melanjutkan bacaannya. "Memang benar, sepertinya kamu sudah tidak tertarik pada hubungan cinta untuk saat ini...".

Hatiku mengamininya. Aku memang tidak tertarik dengan hubungan yang mengikatku di sini. Aku akan pergi, pergi jauh sekali, dan aku tidak mau ada yang sakit melihatku pergi.

"Tapi alasannya bukan karena kamu akan pergi, tapi karena kamu takut terluka lagi."

Aku diam. sejuta tanya semburat keluar. Benarkah aku takut sakit? Sakit apa? Karena mantan kekasihku yang memutuskanku dengan alasan konyol itu, setelah setahun dua hari bersama?

 "Mungkin..", kataku tiba-tiba. "Mungkin kamu benar. Aku takut. Aku takut rasa sakit itu kembali. Layaknya komputer, dia yang dulu benar-benar meluluh lantakkan semua programku, menghancurkannya sampai ke dasar. Aku yang kini masih mencoba menginstall ulang beberapa program itu, namun..".

"Namun kamu sengaja memasang anti virus berlapis agar kejadian itu tidak terjadi lagi?"

Diamku mengiyakan kata-katanya.

"Namun sampai kapan kamu menekannya? Sudah sembilan bulan kamu sendiri, dan semua anak komunitas tahu kalau kamu itu bukan tipe yang tidak bisa hidup tanpa cinta dari pasangan. Dan selama kamu berpikir kalau apa yang akan kamu bangun itu akan hancur seperti dulu, kamu tidak akan pernah membangunnya. Kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang kamu cari, yaitu kebahagiaan."

"Lalu apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar ga tau. Aku bingung.. Terlalu banyak hal yang harus aku selesaikan, terlalu banyak hal yang harus kupikir..".

"Ambil satu kartu lagi."

Aku mengambil selembar kartu, lalu membukanya. Ace of Cups - Gambar sebuah piala cantik dengan lima pancuran air mengalir ke bawah telaga yang indah. Seekor burung dara membawa roti komuni di atas cangkir itu. Kartu itu bermaknakan cinta, awal sesuatu yang baru yang berhubungan dengan doamin rasa, area yang sudah aku bentengi sedemikian rupa ini.

"Kamu harus belajar mencintai yang sudah terjadi. Percayalah bahwa kamu berhak bahagia. Maafkan dia yang dulu menyakitimu, dan maafkanlah dirimu sendiri juga karena telah gagal untuk kesekian kalinya."

Aku terdiam. Ya, mungkin aku salah. Aku selalu beranggapan bahwa cinta sejati adalah cinta yang memberi tanpa batas, tak mengharap kembalian, benar-benar memberi dengan tulus, bahkan bisa berbahagia meskipun dia yang kita cintai bisa bahagia tanpa kehadiran kita. Dan aku.. saat aku merasa aku gagal menjalankan konsep cinta sejati itu, aku mulai menghukum diriku sendiri dengan tidak mengijinkanku mencintai orang lain. Aku merasa aku tak layak, aku merasa aku tak pantas untuk merasakan cinta selama cintaku masih belum bisa memberi dengan mutlak.

Aku menarik nafas panjang. Aku merasakan rasa berat, sakit, luka, bayangan dia yang dulu, bayangan dia yang sekarang... semuanya mengalir keluar diiringi hembusan nafasku.

"Makasih ya," kataku dengan senyum lega pada temanku.

"Sama-sama. Aku juga makasih lho ya kamu sering bantu aku pake kartu juga."

Kami tersenyum, lalu kembali bercanda seakan semuanya tak pernah terjadi.

12 comments:

  1. Hmm seperti nya kartu yang cocok dengan cerita ini three of cups ya he..he sorry kalau salah

    ReplyDelete
  2. ahahahaha... sebenarnya lebih cocok Ace of Cups, soalnya sebuah permulaan dari rasa. :) anyway thx for the comments. ini sapa?

    ReplyDelete
  3. Ohh gw ngeliat endingnya aja makanya refer ke three of cups..:) joy with friend ... CMIIW ..dah lama gak make tarot nya he..he jadi pengen deh explore dunia tarot lagi.

    ReplyDelete
  4. hmm... ini siapa sih.. ? *mencurigakan*

    ReplyDelete
  5. ha...ha mo coba diterawang juga bro :p

    ReplyDelete
  6. Lah kirain dah tau pake terawangan di he..he. Gw member prabu baru..kebetulan liat blog ini..sangat menarik isinya, mulai dari tata bahasanya dan alur cerita yang bagus sampai dengan penggunaan tarot yang emmang dari dulu menjadi salah satu ketertarikan gw..sayang gw kurang mengexplore lebih dalam lagi :( sorry gw gak tau pake profile makanya gw pake anonymous :)

    ReplyDelete
  7. cool! thanks ya, padahal ini blog juga masih baru. kebetulan aku juga tarot consultant so yeah.. hehehehe.

    anyway a name can really help though. i cant keep calling you anonymous.. :)

    ReplyDelete
  8. Morning di..yup dah tau dr fb prabu..:) nickname gw sin ryu :). Anyway baru baca chandra surya..it remind me of my s'one special :( thanks for writing such a good story

    ReplyDelete
  9. ooooh... temennya sin long ya? -_-"

    aww.. sorry for making u sad. :( thank you though... :)

    ReplyDelete
  10. ha..ha bukan hanya temen sin long aja kok gw temenan sama semua :). Nope..thats ok..cuman sekedar teringat aja...keep writing good story ya di..

    ReplyDelete
  11. oooooooh... :) oke2... makasih ya ryu.. :)

    ReplyDelete