Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

September 02, 2011

sedang (tidak) butuh cinta

Pernahkah kau memesan sebuah kudapan manis yang nampak cantik di buku menu namun kau tak bisa menghabiskannya? Kudapan itu begitu cantik, rasanya begitu nikmat, namun entah kenapa lidahmu merasa beberapa suap sudah cukup. Kau lalu meninggalkan sisa kudapan cantik itu di atas piring dalam kondisi berantakan, menunggu isinya dibuang ke tempat sampah. Mungkin seperti inilah aku saat ini dalam menyikapi cinta: sebuah kudapan manis menggoda yang tak akan mungkin bisa kuhabiskan.

Aku benci mengakui kalau saat ini aku benar-benar butuh cinta. Bagiku orang yang dimabuk cinta sampai rela melakukan segalanya itu bodoh; mereka lupa kalau dahaga mereka bisa dipuaskan dengan hal lain, tak perlu melulu cinta. Tapi aku salah. Cinta itu punya rasa berbeda. Es teh manis itu beda rasanya dengan es teh tawar. Beda juga rasanya dengan teh manis hangat. Dan dahaga minuman dingin tak bisa dipuaskan dengan minuman panas.

Namun lagi-lagi aku sadar: cinta itu tak ubahnya sebuah kudapan cantik. Begitu indah dengan warna-warni dan topping yang sangat artistik. Sesuap saja bikin melayang ke langit. Namun beberapa suap berikutnya terasa sama.. Dan akhirnya jadi eneg. Dan akhirnya kudapan itu tidak habis.

Sudah dua puluh tujuh piring kudapan yang tak habis kumakan. Semuanya hadir dengan warna-warni dan bentuk yang berbeda. Merekapun menawarkan rasa-rasa berbeda, meski intinya sama: manis-manis eneg. Dan rasa eneg itulah yang membuatku menyerah menghabiskannya. Rasa eneg itu jugalah yang membuatku takut untuk menikmati sepiring kudapan manis lainnya.

Dan kini, aku berada di sekitar orang-orang yang sedang menikmati kudapan mereka. Ada yang menikmatinya dengan lahap, ada yang pelan-pelan, ada yang baru terpesona melihat kudapannya hadir di depan mereka, ada yang tidak begitu melihat bentuk namun lebih menikmati rasa, ada yang ketika merasakannya ia akan terus mengingat tiap rasa manis legitnya... Melihat mereka membuatku gelisah. Dan perutku jadi lapar. Lapar Cinta.

Tapi haruskah aku membuka buku menu dan memesan sesuatu yang aku yakin tak akan bisa kuhabiskan? Ataukah aku cukup duduk diam sambil mencoba mengerjakan yang lain?

Atau mungkin aku harus pergi saja dari kafe ini biar aku tidak merasa lapar melihat mereka.

3 comments:

  1. Terkadang kita hanya perlu duduk dengan sabar sampai rasa eneg itu hilang dan kita bisa memakan kembali kudapan itu, atau kita bisa menghilangkan rasa eneg itu dengan meminum juice, soda atau bahkan sekedar teh tawar yang mungkin dapat menghilangkan rasa eneg itu bahkan membuat selera makan kita kembali bahkan bertambah.Jangan lah cepat membuang kudapan yang ada karena itu dapat berarti kita tidak bersukur atas apa yang sudah kita dapatkan bukan? Cobalah liat keseliling anda...bukan pada orang-orang yang sedang menikmati kudapan yang sama dengan anda tapi pada orang-orang yang mengais-ngais mencari kudapan manis seperti yang anda sedang nikmati, malah ada yang sekedar melihat dengan penuh harapan dan doa agar dapat sekedar mencicipi kudapan manis yang telah anda buang sebanyak 27 piring itu. Jadi bersyukurlah dan membuang kudapan setelah anda merasa eneg dan meimilih kudapan lain lagi dan kembali dibuang bukan lah jawaban untuk memuaskan rasa lapar anda walaupun anda dapat merasakan bermacam rasa.

    Maaf bila komen ini terlalu panjang..saya hanya sekedar berbagi karena saya pun sedang belajar. Have a nice weekend.

    ReplyDelete
  2. Maya: thank you May. glad to know there are other people who actually read my stories. :D

    Anonymous: ahahaha.. 27 piring membuatku kekenyangan, ngeliat jadi dah males.. @.@ niwei thx for the comments. ini siapa ya btw?

    ReplyDelete