Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

October 16, 2011

Terbangun

Minggu ini tak seperti biasanya memang. Pekerjaanku tuntas lebih cepat, dan kebetulan aku memutuskan untuk tidak beribadah hari ini. Aku pulang lebih cepat dan tidur. Tidur cukup lama melewati siang yang terik dalam pelukan kasur dan bantal di sudut kamarku.

Dan kala aku terbangun, aku mendapati hal yang aneh. Kamarku sangat sunyi. Warna kuning dan kebiruan mengisi sudut kamar, membuat kamarku seakan berada dalam ruang dan waktu yang lain.

Batas realita dan mimpi seakan berdistorsi. Aku melihat cahaya mentari menembus kaca jendela kecil diatas kepalaku dan membiaskan sinarnya pada gorden biru laut di seberangku, memberikan efek biru-kuning pada nuansa kamarku yang standar putih. Aku menatap biasan-biasan cahaya itu. Lalu mataku bergerak ke barang-barang di meja di bawahnya, lalu ke samping, ke tumpukan sepatu, lalu ke lemariku, ke tembok.. semua terjadi dalam keheningan tak biasa.

"Dimana aku?" celetukku tiba-tiba. Aku segera terduduk dan kembali menatap sekitar. Oh ya, aku di kamarku. Tunggu! Kenapa aku di kamarku siang-siang? Bukannya aku harusnya ngegym? Atau bekerja? Dan tiba-tiba akupun sadar kalau hari ini memang lebih singkat dari biasanya. Aku menghela nafas dan bersandar ke tembok sembari kembali menjelajah tiap sudut kamar dengan tatapan sayu.

Perlahan teringat kembali saat-saat dulu, kejadian seminggu lalu di kamar ini saat kawanku datang dan numpang nonton film sampai malam, lalu bulan lalu saat aku sakit dan tidur di kamar, atau tahun lalu, dua tahun lalu saat aku belum pindah ke kamar ini... Mendadak pikiranku melayang ke saat-saat aku masih ada di rumah kontrakan dulu, teringat jendela besar dan gorden biru tuanya, lalu ke kamar kosku yang dulu, dengan langit-langit yang sangat tinggi namun panas, dan kemudian rumah orang tuaku.

Dan tiba-tiba muncul sebuah tanya. "apa yang akan terjadi pada kamar ini minggu depan? Dan minggu depannya lagi? Dan buln depannya lagi? Apa yang terjadi sepuluh tahun lagi? Akankah tetap sama seperti ini? Atau...".

Aku menghela nafas, mencoba mengatur distorsi dan perlahan membiarkan gelombang realita mencekoki hati yang dipenuhi memori seiring dengan bias mentari yang mulai redup karena mendung dan suara orag-orang yang mulai membising kembali.

"Ah sudahlah. Mungkin karena aku tak biasa tidur siang," kataku menghibur diri.

2 comments: