Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

February 26, 2011

Gadis Bergaun Satin Merah

"Adrian, sudah kamu telpon butiknya?"
"Yan, jangan lupa floristnya dikontak ya?"
"Ntar koko jadi ngundang temen-temen kuliah kan?"
"Mantep lu Yan, bisa dapetin Debby yang paling seksi itu!"

Adrian diam saat berbagai suara itu hilir mudik dalam kepalanya. Tubuhnya berdiri meresap dinginnya dini hari yang sepi. Lampu-lampu kota masih terlihat mengerlip cantik dari kejauhan.

"Aku sayang Kamu, Adrian."

Sekejap suara manja itu muncul, seakan menghantam kepala Adrian begitu kerasnya sampai dia jatuh bersimpuh.

"Hentikan! HENTIKAAAAN!!!" teriaknya. Kepalanya ia pegangi erat-erat. Sakit itu datang begitu cepat, lalu sekejap menghilang. Adrian kembali berdiri.

"Cynthia..", ucap Adrian perlahan dari bibirnya yang pucat. Adrian berjalan pelan.

Tiba-tiba ia melihat sosok wanita bergaun satin merah didepannya.

"Cynthia...?"

Wanita itu tersenyum manis, lalu merentangkan tangannya. Gaun satin itu melambai anggun bagai sayap malaikat.

Adrian perlahan mempercepat langkah lemasnya untuk memeluk gadis bergaun satin merah itu. "Cynthia...".

Ia berhasil mendekapnya.

Adrian melayang.

Ia bagai di surga.

***

"Sesosok pria ditemukan tewas di depan sebuah gedung perkantoran. Lelaki berusia sekitar 27 tahunan tersebut diduga bunuh diri dengan cara melompat dari atap gedung. Dari identitas yang ditemukan di baju korban, lelaki tersebut diketahui berinisial A.D. Kini polisi sedang mengusut lebih jauh tentang aksi bunuh diri ini dengan menghubungi keluarga korban sekaligus menanyai saksi-saksi yang..".

Cynthia terdiam menatap berita televisi didepannya. Ia lalu meraih remote control dan mematikan televisi itu.

"Kurang tiga lagi.." bisiknya sambil berjalan menuju sebuah pintu dalam sudut gelap ruangan. Gaun merah satin yang ia pakai melambai perlahan.

Di dalam ruangan itu, Cynthia menyalakan lampu, lalu memutar piringan hitam didekatnya. Lampu kuning redup itu menerangi dinding ruangan yang dipasangi berbagai kliping berita bunuh diri dengan berbagai modus dari berbagai masa. 2010. 1997. 1976. 1953.

Semua korbannya laki-laki.

Cynthia lalu menaruh foto Adrian di meja kecil penuh lilin, di sebelah foto-foto puluhan lelaki lain dengan bingkai yang sama. Ia lalu meraih sebuah foto potret seorang laki-laki berpakaian resmi dan wanita bergaun satin merah berwarna hitam putih ditengah meja. Wajah wanita itu beserta gaunnya begitu mirip dengan Cynthia.

"Kurang tiga lagi, dan kamu akan hidup lagi sayang..." bisiknya sambil mendekap foto usang itu. Di sebelah meja kecil itu, sebuah peti mati berhias bunga, lilin, dan bergambar berbagai simbol aneh berwarna merah darah terbujur diam.

Hebatnya Dirimu

betapa hebatnya dirimu,
sampai tiap lagu cinta yang kudengar jadi kehilangan makna.
betapa hebatnya dirimu,
sampai gerimis tak lagi terdengar merdu ditelinga.

betapa hebatnya dirimu,
sampai aku merasa ada yang hilang dari hidupku.
betapa hebatnya dirimu,
sampai hatiku hancur seiring kepergianmu.

betapa hebatnya kehadiranmu dalam hidupku,
betapa besarnya tiap makna yang terukir seiring waktu,
betapa kuatnya benang-benang kenangan menjerat hati,
betapa dahsyatnya bayanganmu yang masih kuratapi.

betapa hebatnya kamu, betapa hebatnya..
membuat yang berarti jadi tak bermakna.

atau mungkin aku yang terlalu bodoh,
sampai bisa takluk dalam kehebatanmu.