Peut-être nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-être c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

June 29, 2011

multi-tasking is so not me

mulai dari proyek kumpulan cerpen,
kumpulan puisi,
lalu dokumen2 yang harus dilengkapi,
tak lupa pula proyek naskah film indie...
belum gajian pulaaa @.@

haduh-haduh-duh...
sepertinya harus berhenti fooling around.
semoga saya bisa... :)

maaf ya buat para pembaca yang menunggu tulisan saya...
Juli tengahan mungkin udah kelar. @.@

wish me luck!!! :D

June 25, 2011

Tentang Mantan: Melepas Yang Tak Terlepas

Malam ini anganku melambung jauh dari teras lantai dua kafe tempatku dan kawan-kawanku bercengkrama. Lalu lintas kendaraan seakan tak sanggup menarik kembali imajinasiku tentangnya, tentang dia yang dulu pernah mengisi relung di sana.

Aku tersenyum sendiri saat mengingat kegilaannya, bagaimana dia begitu menyayangiku dulu, betapa kami seakan bisa menggapai kebahagiaan sempurna berdua, betapa semuanya indah sampai realita menyapa. Yah, realita yang membuatku harus meninggalkannya. Dan keputusanku malah merusak hidupnya.

Ah, sudahlah! Itu kisah lama, tiga tahun lalu tepatnya. Tapi.. Kenapa mendadak aku kepikiran dia akhir-akhir ini? Aku sering menghubungi dia tiap aku ada waktu luang di sela kesibukanku bekerja, meski tidak pernah sekalipun ia angkat telpon itu. Entahlah.

"Mungkin karena aku merasa aku masih bertanggung jawab padanya," kataku. "Aku merasa aku masih harus membantu dia, masih harus memperbaiki apa yang sudah ia alami, aku masih merasa dia tanggung jawabku. Aku merasa.. gagal mengajari dia."

"Tapi kamu masih suka sama dia?" tanya temanku.

"Entahlah. Sepertinya tidak. tidak ada keinginan untuk kembali menjalin hal itu, tidak ada keinginan untuk memiliki dia lagi seperti dulu. Tapi...".

Temanku tersenyum, lalu dia menunjukkan sebuah kartu. Selembar teratai diatas air jernih, dan tetesan air yang jatuh serta menyatu dalam keindahan air itu. Kartu tarot yang ia gunakan untuk membantuku menemukan jawaban.

Letting Go, begitu tulisan kartu itu.

"Kamu ga bisa ngapa-ngapain. Cobalah melepas dia. Dia sudah bukan tanggung jawabmu."

Aku menggenggam kartu itu, menarik nafas panjang, lalu menatapnya. Kilasan memori tentang kami begitu cepat bermunculan, lalu perlahan memudar seiring dengan air yang menetes, lalu membaur dengan jernih sejuknya kolam tempat teratai itu tumbuh.

Dia sudah bukan tanggung jawabku. Sebagaimanapun bingungnya aku, dia sudah bukan tanggung jawabku. Dia sudah dengan hidupnya, dan aku dengan hidupku. Dan kami berdua nyaman dengan kehidupan kami itu, yang dipisahkan oleh sungai waktu. Memang kadang aku masih menoleh ke arahnya, memanggil-manggilnya, kadang kuatir dia tersandung, kadang takut dia memilih orang yang tidak tepat... Namun dia bukan lagi tanggung jawabku.

Aku tersenyum. "Makasih ya," kataku pada temanku. Beberapa saat aku mencoba melupakan rasa itu dan kembali bercanda dengan kawan-kawanku, namun masih ada yang mengganjal. Akhirnya aku mengemasi kartu-kartu dan alas tarotku lalu berpamitan.

Di balkon kamar aku diam sejenak, menatap bintang yang mungkin sedang ia tatap juga malam ini.

"Bubu...".

Aku menarik nafas, memilih satu bintang yang menurutku paling indah, lalu menghembuskan nafasku pelan.

"Maafkan aku sudah gagal ngajarin kamu jadi orang baik. Maafkan aku sudah gagal menjaga hati kamu tiga tahun yang lalu. Namun aku tak pernah berhenti berdoa buat kamu, agar kamu jadi sosok yang baik dan bisa bahagia dengan kehidupan dan hubunganmu saat ini. Semoga kamu bahagia dan jadi orang yang lebih baik."

Akhirnya, aku bisa juga melepas kamu.

*ditulis dengan mendengar Bondan feat Fade to Black - Not With Me*

June 06, 2011

beberapa kata setelah lama tak bersuara

jika memang cinta yang JUJUR dan SELAMANYA itu bukan mukjizat yang layak kunikmati,
biarlah saja aku SENDIRI daripada berdusta dengan hati.

jika memang lidahku harus mati rasa akan nada yang JUJUR adanya,
biarlah ia membisu saja daripada mengucap syair tanpa makna.

jika memang jemari ini tak bisa menggenggam nyatanya RASA,
biar saja ia kosong, sendiri sambil berkawan dengan udara.

Karena cinta ini masalah hati, cinta ini masalah jati diri.
Bukan cuma alat untuk bersembunyi dari rajaman masyarakat akan opini.

*back to working on my novel*