Peut-être nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-être c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

July 27, 2011

5 tahun.

Hmmm...

tak ada apapun yang ingin kutulis soal ulang tahun tahun ini sebenarnya.

cuma harapan semoga semuanya seperti yang aku harapkan. amin.

HBD to me.. :) *telat tujuh hari*

(Tidak) Pernah Berjodoh

"Halo?"

Itulah kata pertama yang kudengar setelah nada tunggu mengisi gendang telingaku selama beberapa saat. Suara yang kurindukan.

"Halo? Kamu dimana? Kok bising?"

"Oh... Aku lagi ada acara dikantor. Kenapa emangnya?"

"Gapapa. Kamu.. Jadi pindah?"

Suasana hening sejenak. suara-suara agak berisik yang menghiasi dari balik sana, mengisi kekosongan ruang kantorku yang sepi bersama dengan keheninganku menanti jawabannya.

"Iya, aku jadi pindah. Kan aku dah bilang?"

"Oh iya.. Terus kamu dah dapat kerjaan di sana? Dah ada tempat nginep? Beneran gapapa?"

"Udah kok. Aku tinggal kerja aja. tempat nginep sementara numpang temen. semuanya sudah diatur kok."

Entah kenapa beban berat yang sepertinya mencekikku sedari pagi perlahan melarut bersama dengan hembusan AC ruang kerjaku.

"Aku sekarang mau kerja demi keluargaku. aku dah ga kaya dulu kok. Tenang aja."

Aku tersenyum. Syukurlah, pikirku.

"Hati-hati di sana ya? Jangan bandel.."

"Iya.. Tenang aja. Aku ga akan nakal. Makasih ya...".

Kami terdiam kembali. Kata-kata seakan sudah habis. Tak ada lagi tersisa untuk dirangkai. Sampai akhirnya..

"Eh, tutup mata dong?" kataku tiba-tiba.

"Haha? kenapa?"

"Tutup aja...".

Dia diam sejenak. "Udah. Terus?"

"Bayangin aku meluk kamu disana," kataku tiba-tiba.

"Ahahaha... Jadi ingat jaman dulu.. Saling membayangkan, saling berkhayal bersama kita ya?"

"Ahahaha... Iya nih. Ga fair ah, kamu dah kesana duluan. Jadinya aku yang utang janji."

"Iya.. pokonya kalo sempet main-main ya ketempatku.." ujarnya diselingi tawanya yang khas.

"Eh, aku mau beres-beres dulu nih, udah mau kelar lemburku," ujarku mencoba mengakhiri pembicaraan.

"Oke-oke.. semangat ya kerjanya. sampai ketemu di Bali."

Aku terdiam. Entah kenapa aku mendadak kehilangan akal. Semua belenggu kepantasan mendadak terurai, menyisakan hasrat lama seseorang yang dulu pernah mencinta.

"Err... by the way... aku mau ngomong..".

"Iya? kenapa?"

"Aku masih sayang kamu."

"Hah? Apa?"

Klik.

Aku menyandarkan diriku dikursi di ruang kerjaku, menerawang layar komputer yang kebiru-biruan, membiaskan cahaya sendu mengisi ruanganku. Telpon selularku kucampakkan di sofa beserta semua ketidakpantasan yang tadi pernah terjadi. Logikaku kembali berkuasa.

Lucu.. Dulu saat kita bersama, akulah yang membuang dia, dan aku menyesalinya. Kini saat dia sudah di sana, aku memilih tak menyentuhnya lagi. Logika meludahi angan-angan semuku, mencibir mimpi-mimpi indah itu, menamparku kembali ke realita dimana kami tak seharusnya satu.

Dan lagi-lagi aku harus membiarkan dia lepas dari hidupku.