Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

March 25, 2012

My California King Bed

Sang petualang terbangun di suatu Minggu kelabu saat itu, lelah dan lesu. Ia membuka matanya perlahan, membiarkan langit2 putih susu menyambutnya. Ia menarik nafas panjang.

Tubuhnya terbaring santai dalam suasana pagi yang sejuk diatas tempat tidur besar miliknya sendiri. Lingkungan tempatnya tinggal begitu sepi pada hari Minggu. Sejenak Sang petualang duduk di samping tempat tidur besarnya, termenung.

Begitu Hampa.

Ia menarik nafas, mencoba mengingat-ingat mimpinya semalam. Mimpi tentang kebahagiaan dan tempat tinggal sejati, dua hal yang belum bisa ia dapat saat ini.

Ia masih sibuk bertualang, mencari dan mempersiapkan kedatangan hari dimana kebahagiaan sejati itu akhirnya akan dia miliki. Hari dimana dia menemukan tempat yang bisa dia sebut sebagai "rumah", tempat tinggal sejatinya. Dan demi itu dia telah bertualang jauh, begitu jauh. Mencoba dan merasakan, belajar dan membuat kesalahan.

Tak ada yang mengajarinya untuk bertahan. Sang petualang mempelajari semua dari eksperimen dan percobaan-percobaan, yang seringnya meninggalkan cacat dan bekas luka yang tak akan pernah hilang. Dari situ dia belajar bagaimana caranya bertualang.

Ia jarang mengeluh ataupun bertanya-tanya sebelumnya. Walaupun rekan-rekannya sesama petualang kini sudah menemukan "rumah" mereka tanpa perlu banyak luka dan derita, Sang petualang terus dan terus mencari, tanpa putus asa dan tanpa berhenti.

Tiga puluh dua tempat telah ia jelajahi, dengan puluhan tempat lain yang ia sekedar lewati. Banyak yang telah dia alami. Banyak yang telah dilalui. Tempat sebelumnya memberikan pengalaman dan pelajaran berharga untuk petualangan berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya.. dan kini jenuh dan ragu mulai melanda.

Berbagai tanya akhirnya muncul seiring melunaknya keteguhan hati. Sampai kapan petualangan ini berakhir? Sampai kapan harus terus mencari? Sampai kapan harus terus berpindah dan tak pernah bisa berhenti??

Sang petualang menghela nafas berat.

Begitu letih.

Sang petualangpun kembali merebahkan dirinya, beristirahat kembali sebelum memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai hari ini.

Semoga tempat ke tiga puluh tiga nanti akan menjadi rumah terakhirnya.

No comments:

Post a Comment