Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

April 11, 2012

Helaian Uban di Rambut

Banyak hal yang cukup berbeda di sini, contohnya sistem appointment atau janji. Untuk mendapatkan pelayanan di berbagai bidang, kita hampir selalu harus membuat janji dulu dengan orang yang bersangkutan, termasuk dalam hal memotong rambut. Pernah sekali saya pergi ke tempat cukur rambut dan mereka menyuruh saya membuat janji untuk empat hari berikutnya! Saya tidak cukup sabar menanti empat hari untuk mencukur rambut, jadi sekalian sempat mampir di Perth, pagi ini sengaja saya dan teman pergi ke tempat cukur rambut di pusat kota Perth yang konon katanya tidak usah mengantri atau membuat janji terlebih dahulu.

Tempatnya rapi dan kapsternya ramah. singkat cerita rambut saya dicukur juga. Namun di sela-sela proses pencukuran rambut itu saya melihat rambut-rambut saya berjatuhan di lantai, dan saya menemukan beberapa helai uban.

Hmmm.. Biasanya saya acuh tak acuh ketika melihat uban, namun entah kenapa kali ini saya jadi sangat tertarik mengamatinya. Uban-uban tersebut tidak berwarna putih, namun abu-abu gelap. saya menyentuh dan mengamatinya sembari si kapster terus mencukur rambut saya.

"It is strange to see grey hair in my age eh?" celetuk saya.
"No, it's not actually. It's genetic. Maybe you have an easy-to-turn-grey hair genetic," jawab si kapster enteng. Saya tersenyum menimpali jawabannya.

Dalam perjalanan pulang saya masih memikirkan helaian uban yang tertinggal di tempat cukur rambut itu. Uban adalah tanda seseorang semakin menua. Tua itu identik dengan kedewasaan, kebijaksanaan, kematangan berpikir dan bertindak. Orang yang lebih tua sepantasnya mampu menilai dunia dalam ranah filosofi dan sudut pandang yang lebih dalam, mampu menelaah lebih jeli. Tua identik pula dengan kematian, seperti baterai handphone yang tinggal beberapa persen dan menunggu drop, atau seperti daun kekuningan yang siap gugur saat kayu penahan daunnya telah melapuk seutuhnya. Uban itu bagaikan sebuah pertanda. Entah tanda agar saya cepat-cepat mendewasa, atau mungkin tanda agar saya cepat-cepat menikah sebelum jadi tua bangka dan mati?

Tapi banyak juga orang-orang tua yang bodohnya melebihi bintang laut paling bodoh di dasar samudra. Banyak orang tua yang masih bersikap seperti anak kecil yang minta dijitak kepalanya. Banyak orang tua yang penalarannya masih sependek bayi cacing tanah yang terpotong ekornya. Lalu uban ini fungsinya apa? Kenapa saya jadi merasa bangga sekaligus terbebani dengan helaian uban yang tumbuh ini?

Hahaha... Entahlah. Yang pasti uban itu cukup mengusik hari saya siang ini, meski dalam diam kepala saya berkecamuk.

Dan dalam larutan pemikiran tentang umur, kebijaksanaan, kematangan, dan kematian itu, saya tidak sengaja melihat ke cermin di sebuah toko. Sosok pemuda yang banyak orang bilang masih terlihat berusia belasan balas menatap saya. Bajunya sangat "anak muda sekali", jins biru dan kaos slim fit lengan pendek, rambut jigrak baru dicukur, dan sepatu kets putih biru melengkapi sandang sang pemuda itu. Saya menghela nafas, merapikan rambut saya, lalu melanjutkan langkah.

Semoga ubannya tidak salah pilih waktu tumbuhnya.

2 comments:

  1. bintang laut paling bodoh di dasar samudra???
    patrick lak an. wkwkkwkwk.

    terus nek yg masi muda tapi terlihat dewasa piye komentar e?

    ReplyDelete