Peut-ĂȘtre nous n'avons pas besoin d'amour. Peut-ĂȘtre c'est une aide que nous avons vraiment besoin (Maybe we don't need love after all. Maybe help it what we really need)

The Owner's Bio

My photo
Seminyak, Bali, Indonesia
Life is merely a journey to the grave, but to make the journey become a beautiful parade or a dark mourning ceremony is all in your hand.

About The Blog

nothing special. just a compilation of my feelings. feel free to read or use if it is not my own work (like song lyrics). stealing my own work will not give you any lawsuit, but please respect the owner by not taking any part of the content that is made by me without my acknowledgment and without putting my name on it. :]

April 08, 2012

Analogi Perpisahan

Hukum alam yang berlaku di dunia ini selalu mengedepankan dua sisi yang saling berlawanan. Hitam dan putih. Jahat dan baik. Lelaki dan perempuan. Hidup dan mati. semua seakan memang diciptakan dengan pasangan, partner, sosok lain yang mengimbangi eksistensi sosok pertama di dunia, sepasang entitas yang jika saling bertumbukan akan menciptakan ketiadaan atau kesempurnaan. Mereka yang hidup, pasti mati. Mereka yang merasa senang akan merasa sedih. Mereka yang bertemu, pastinya juga akan berpisah.

Meski pada saat ini selalu ada wilayah "abu-abu" diantara dua kutub tersebut, namun pada akhirnya sebuah pilihan, yang konon disebut dengan kata SIKAP, harus ditentukan. Dan itupun berlaku dengan persamaan Pertemuan dan Perpisahan.

segalanya selalu diawali dengan pertemuan, sebuah perjumpaan yang mungkin singkat, mungkin juga lama. Dimulai dengan tatapan mata, atau dari membaca profilnya. Lalu jika sesuai jalannya, semua akan mengalir, mengalir, mengalir, membawa dua macam mineral dari dua hulu yang berbeda dalam satu aliran sungai. Dua pengalaman, kebiasaan, uang, semua itu menyatu, membentuk bongkahan-bongkahan kimiawi yang menghiasi aliran itu menjadi sungai cantik yang biasa kita lihat di foto-foto kalender.

Namun apa jadinya jika suatu saat sungai itu bercabang, dan kedua muara pada akhirnya tidak seharusnya dalam hilir yang sama? Perpisahan. Dan perpisahan bisa terjadi dalam aliran sungai yang tenang, perlahan memisah, atau dengan derasnya jeram yang menghantam pinggir dan delta sungai yang memisahkan mereka. Tanah di pinggir sungai, bunga-bunga, mungkin bahkan pepohonan bisa menjadi korban. Kedua aliran sungai mungkin akan tetap bergolak liar setelah berpisah, namun perlahan mereka akan kembali tenang menyusuri jalan mereka masing-masing.

Itulah perpisahan. Kadang dua insan tak ditakdirkan bermuara di satu tujuan yang sama. Kadang mereka harus berpisah. Dan kadang dalam perpisahan itu ada gejolak dan hantaman yang begitu besar diantara mereka dan lingkungan mereka, bergolak bagai jeram, dan akhirnya seiring berjalannya waktu, air itu akan kembali tenang dan mengalir lagi. Entah bertemu arus lain ataupun cuma sendiri.

Lalu bagaimana dengan endapan-endapan dari dua mineral yang telah menyatu tersebut? "Harta gono-gini" dari kedua belah pihak yang awalnya menjadi penghias hubungan mereka kini jadi tanpa makna. Dan kadang, keduanya memutuskan untuk membawa mineral itu kembali ke aliran mereka masing-masing. Namun masalah muncul ketika hal-hal tersebut sudah melekat kuat dan harus dipisahkan. Bagai mineral yang bersenyawa, pemisahan sebuah batu besar memerlukan aliran sungai yang ganas dan kuat yang biasa disebut konflik.

Konflik bisa terjadi pada bebatuan kecil macam kaus kaki, baju, hutang bayar parkir, sampai ke batu-batuan besar dan kuat macam rumah, mobil, tanah.. Intinya kedua pihak ingin apa yang mereka beri saat kedua aliran menyatu itu kembali ke mereka (walau seringnya ada pihak-pihak yang ingin semua mineral itu mengalir untuknya).

Saya punya seorang kawan yang sudah lama berhubungan dengan pasangannya. Mereka bahkan membeli rumah berdua untuk masa depan mereka! Namun saat keduanya harus bermuara di tempat berbeda, rumah itupun harus kembali jadi mineral-mineral dalam aliran mereka. Dan pemisahan mineral itu (penjualan rumah yang hasilnya akan dibagi dua) butuh proses lama, dan prosesnya selalu melibatkan situasi menggelora dan penuh hantaman di sana-sini, layaknya aliran sungai yang mencoba memecahkan batuan besar, dan semua orang di sekitar mereka jadi ikut kena imbasnya. Saya sedikit beruntung karena meski pernah mengalami situasi yang sama, kami memutuskan membiarkan apa yang terbawa olehnya dan apa yang terbawa oleh saya mengalir mengikuti jalan hidup kami yang tak lagi sama.

Di sinilah kadang saya merasa takut dengan komitmen itu sendiri. Masa depan terlihat begitu pasti dalam ketidak pastiannya. Apa yang bisa terjadi lima tahun mendatang saat saya memutuskan menginvestasikan kekayaan saya pada sebuah rumah atau properti bersama, lalu semuanya mendadak harus tergerus bagai mineral dan endapan sampah? Perpisahan membuat Komitmen seakan menjadi hampa maknanya.

ah entahlah. Saya tidak mau ikutan bingung dalam masalah teman saya.

1 comment:

  1. nyem... sebener e yg jadi masalah bukan perpisahan e. iki kan mulek dek harta..... ga aku pungkiri kalo uang itu bisa jadi sumber masalah besar..

    ReplyDelete